• Home
  • Traveler
  • Panitia Pastikan 3 Qori Meranti Tak Lolos Terbukti Impor

Panitia Pastikan 3 Qori Meranti Tak Lolos Terbukti Impor

Senin, 10 Oktober 2016 09:39 WIB
Kafilah Kepulauan Meranti menarik diri dari MTQ ke-35 Provinsi Riau di Pekanbaru. Panitia menegaskan 3 qori yang didiskualifikasi terbukti berasal dari Sulsel dan Kepri.
PEKANBARU - Ketua Umum Tim Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Ahmad Syah Harofie dan Ketua Tim Seleksi LPTQ MTQ ke-XXXV klarifikasi terkait mundurnya kafilah Kepulauan Meranti yang hanya memberitahukan melalui Group Whatsaap (WA) Panitia LPTQ. 

Menurut mereka, dari enam qori dan qoriyah Meranti yang awalnya didaftar melalui verifikasi faktual. Hanya tiga dinyatakan bisa mengikuti perlombaan. 

Tiga qori lagi dinyatakan tak bisa ikut berlomba lantaran diantaranya merupakan terbukti 'impor dari Mejenie Sulawesi Selatan', kedua berstatus membela Kepulauan Riau serta ketiga berkependudukan ganda. 

"Kita sudah beri kesempatan, khususnya kafilah yang kita anggap memenuhi persyaratan. Tapi setelah kita kontak tetap tak ada respon dan tetap berniat mundur," kata Ahmad Syah, di kediaman dinasnya, Jalan Gajah Mada, Ahad (9/10/16). 

Bahkan diantaranya Ahmad Syah sempat berkomunikasi dengan Wakil Bupati Meranti Said Hasyim. Tetapi tetap juga tak ada tanggapan, meski sudah dijelaskan semua persoalan yang terjadi. 

"Tidak ada niat kami melakukan perlakukan yang tak mengenakan. Prinsipnya, kita ingin MTQ ini semua adalah putra putri dari Riau atau dari daerah masing-masing," ungkap Ahmad Syah. 

Sebenarnya papar Ahmad Syah lagi, bukan hanya Meranti, sejumlah kafilah lainnya selain Inhu dan Bengkalis sama sekali tidak ada persoalan. Mulai dari nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor induk siswa (NIS). 

Tetapi selain Meranti, semuanya menerima keputusan panitia yang tetap menegaskan bahwa utusan kafilah harus asli tempatan. Hal ini bertujuan agar kedepan mereka benar-benar bisa menjadi tumpuan Riau. 

"Kita tak ingin seperti MTQ lalu, enam berstatus juara yang kita punya tak bisa kita gunakan karena berstatus 'impor' semua. Inilah saatnya kita melakukan perbaikan," tegas Ahmad Syah.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags MTQ
Komentar