Pemkab Bengkalis dan Forkopimda Gelar Apel Tiga Pilar Demi Pemilu Aman
Roni Pratama Selasa, 06 November 2018 14:53 WIB
BENGKALIS - Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menyampaikan beberapa poin yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak, agar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang berlangsung aman, damai dan sejuk.
Pesan ini khusus diingatkan kepada Camat, Kapolsek, Danramil serta Kepala Desa/Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun seluruh pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.
“Pertama, agar senantiasa memberikan sosialisasi dan edukasi, bahwa Pemilu 2019 bukanlah ajang pemecah belah. Sebaliknya, merupakan perwujudan demokrasi untuk semakin memperkuat persatuan dan kesatuan. Perbedaan penggunaan hak politik di Pemilu 2019, harus tetap bermuara untuk menguatkan ikatan semangat Kebhinekaan masyarakat di daerah ini,” ujar Amril ketika menjadi inspiktur Apel Tiga Pilar, bersama Kapolres Bengkalis, AKPB Yusup Rahmanto, S.I.K dan Dandim 0303/Bengkalis, Letkol Inf. Timmy Prasetya Harmianto, di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Senin (5/11/18) petang.
Kedua, sambungnya, cegah sedini mungkin munculnya perbedaan yang dapat menimbulkan konflik sosial atau horizontal di masyarakat yang mengakibatkan terganggunya Kamtibmas dan Pemilu 2019.
“Maka, unsur terkait yang harus dan wajib menjaga netralitas harus memberikan informasi yang baik dan benar. Luruskan jika ada berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat,” tutur Amril.
Poin ketiga, agar seluruhnya menjadi sumber informasi bagi pimpinan, berperan aktif dalam membantu penyelesaian masalah di masyarakat, serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.
“Mari kita wujudkan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang aman, damai dan sejuk serta sukses, jujur dan demokratis. Pemilu legislatif dan pilpres 2019 yang tanpa hoaks, persekusi, politisasi sara, politik uang, serta tanpa saling hujat dan menabur ujaran kebencian,” ajaknya.
Sementara itu, Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto menyatakan, tiga pilar ini sebagai ujung tombak di masyarakat, untuk itu kepada pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menyatu dengan masyarakat, sehingga informasi sekecil apapun bisa diketahui.
Jika informasi cepat diketahui, terutama yang menganggu dengan Kamtibmas (keamanan, ketertiban masyarakat), dapat segera ditangani.
Selain sebagai ujung tombak, tiga pilar sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk dalam menjaga NKRI. Siapkan anda sebagai garda terdepan dalam menjaga NKRI.
Kedepan tantangan sangat berat, mulai dari terorisme dan radikalisme. Untuk mengantisipasi hal tersebut, elemen tiga pilar diminta untuk menjaga dan selalu waspada.
Tiga pilar dituntut untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi agenda daerah maupun nasional, seperti pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). Untuk agenda daerah, baru saja dilaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak.
Dalam menghadapi agenda nasional, yakni Pileg dan Pilpres 2019, saat ini tengah memasuki tahapan kampanye, sehingga dinamika di masyarakat semakin meningkat. Untuk itu elemen tiga pilar agar terus memonitor setiap perkembangan di lapangan, laporkan secara berjenjang kepada pimpinan.
Selain itu juga, harus memantau setiap perkembangan di media sosial yang sudah ramai, mulai dari berita hoax, provokasi, ujaran kebencian. Untuk itu tiga pilar harus berperan aktif untuk berpatroli ciber. Jika ada hal-hal negatif, elemen tiga pilar harus bisa menetralisir dan laporkan.
“Kita harus antisipasi, jangan sampai berita hoax dan provokasi itu dianggap benar, sehingga bisa mengganggu Kamtibmas. Kunci untuk menghadapi tantangan tersebut, adalah sinergitas, seperti kekompakan, kebersamaan, empati, simpati, peduli dan bahu membahu," ungkapnya.
Kesempatan ini, Dandim 0303/Bengkalis, Letkol Inf. Timmy Prasetya Harmianto menekankan, agar netralitas di kalangan TNI, Polri dan ASN selama pelaksanaan Pemilu bukan hanya sekedar selogan semata.
Dandim juga menekankan agar tidak hanya sekedar seremonial Apel Tiga Pilar tersebut. Saat ini, situasi politik mulai memanas. Terlihat dari perkembangan di media sosial yang mulai saling serang dan menghujat, diantara pendukung kandidat. Oleh karena itu, elemen tiga pilar harus bijak, memonitor perkembangan media sosial.
“Jangan sampai ikut-ikutan komentar dan jadi provokator. Kalau Babinsa, Bhabinkamtimas dan kepala desa ikut-ikutan komentar, tak tahu siapa pahlawannya dan pencundangnya,” ujar Dandim.
Intinya, kata Dandim, tiga pilar harus bertindak sebagai penyejuk. Jika menemukan persoalan yang mulai memanas, segera melakukan koordinasi dan laporkan ke atasan.
“Sinergitas tetap menjadi hal pokok, agar tujuan utama untuk mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan sejuk dapat tercapai,” ujar Letkol inf Timmy.
Hadir pada Apel Tiga Pilar tersebut, Sekda Bengkalis, H. Bustami HY, Waka Polres Bengkalis, Kompol Ade Zamrah, Kepala Lapas Bengkalis, Maizar, Ketua KPU Bengkalis, Defitri Akbar, Ketua Bawaslu Bengkalis, Mukhlasin, Ketua MKA LAMR Bengkalis, H. Zainuddin Yusuf, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Adapun yang menjadi peserta apel tiga pilar dimaksud yakni para camat bersama Kepala Desa/Lurah, anggota TNI dan Polri di seluruh Kabupaten Bengkalis. Kemudian ASN dan para pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Bengkalis.
(ron/ron)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Peringatan HBA ke-65 di Kejari Bengkalis, Momentum Refleksi dan Penguatan Komitmen Pengabdian
-
Sosial
Sentuhan Tangan Dingin Kasmarni, Bengkalis Juara Umum MTQ Riau 2023
-
Sosial
Bupati Kasmarni Optimis Warga PKNR Mampu Bersinergi Bersama Pemda dan Masyarakat
-
Olahraga
Bupati Bengkalis Kasmarni Hadiri Pelantikan TLCI Chapter #29
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Teken Mou dan Soft Launching Mal Pelayanan Publik
-
Politik
Bupati Kasmarni Terima Audiensi dan Silaturahmi Ketua Bawaslu Bengkalis

