- Home
- Advertorial
- Mengedepankan Kepentingan Masyarakat
Mengedepankan Kepentingan Masyarakat
Kamis, 20 Maret 2014 10:21 WIB
DUMAI - Banting stir dari profesi seorang dokter ke kancah politik praktis ternyata bukanlah pilihan yang mudah bagi Onny Chairunnisyah. Namun, dorongan semangat dari sang suami tercinta Dr. H. Agus Widayat, MM kala itu, membuatnya harus memilih.
Setelah masuk Partai Politik, yang mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kota Dumai, ternyata membuat wanita kelahiran Tanjung Balai Karimun, 29 September 1955, mendapatkan kepuasan batin tersendiri dalam melakoninya.
Pasalnya, dengan menjadi anggota dewan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009 lalu itu, dirinya dapat mendengarkan keluhan masyarakat dan dapat membantu memperjuangkannya untuk diakomodir dalam program pembangunan daerah.
“Dengan menjadi anggota dewan ternyata dapat memberikan kepusasan tersendiri, karena kita bisa mendengarkan keluhan masyarakat dan bisa membantu mereka secara langsung dalam kegiatan pembangunan,” ujar ibu dua anak ini.
Meski mendapatkan kepuasan, anggota dewan periode 2009-2014 ini juga merasa prihatin dengan kondisi yang ada, terutama melihat hubungan antara pihak legislatif dan eksekutif yang dinilainya tidak sejalan. Masing-masing dinilainya menunjukkan ego masing-masing.
Menurutnya, bila hubungan antarkedua lembaga tersebut tidak harmonis, maka menimbulkan berbagai kendala dalam proses dan pelaksanaan pembangunan. Pada akhirnya masyarakat banyak yang dirugikan. Salah satunya terkenda dalam pembahasan dan pengesahan anggaran, yang berujung berdampak dalam pelaksanaan pembangunan.
Dia sangat berharap ke depan akan tercipta hubungan yang baik antara dewan dan pihak Pemerintah Kota Dumai, sehingga berbagai program dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan berjalan lancar. Hal itu semua adalah untuk kesejahetaran masyarakat.
Politisi yang beranjak dari Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK) ini menegaskan, anggota legislatif maupun pihak eksekutif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya harus mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan menonjolkan kepentingan kelompok, serta harus menghindari ego sektoral.
“Jika tercipta hubungan yang baik antara legislatif dan eksekutif, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan bukan kepentingan politik, maka jelas roda pemerintahan berjalan baik dan pelaksanaan pembangunan berjalan dengan lancar,” kata ibu dari Dr. Nia Arandhita dan Wicha Amandhita ini.
Motivasi terjun ke politik untuk membantu menyediakan kendaraan politik bagi sang suami menuju kursi Wakil Wali Kota Dumai sudah terwujud. Kini, dirinya terus berkiprah dalam membantu dan menyukseskan program kepala daerah sesuai dengan visi dan misinya.
Dalam pandangan politiknya, masih terdapat Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Pemerintah Kota Dumai yang belum mampu memahami dan mengimplementasikan Visi dan Misi Kepala Daerah saat ini. Akibanya, hingga tahun ketiga kepemimpinan Khairul Anwar dan Agus Widayat, sasaran yang hendak dicapai belum membuahkan hasil menggembirakan.
Meski demikian dia tidak menafikan kepemimpinan kepala daerah periode 2010-2015 ini sudah mulai membuahkan hasil. Diantaranya pembangunan infrastruktur dalam mengatasi banjir, yang kini sedang dikerjakan. Diantaranya pembangunan drainase di Jalan Sudirman, Sulthan Syasrif Kasim, dan Jalan Sukajadi. Begitu pula keberhasilan di berbagai bidang lainnya.
Dia menyebutkan, Visi Pembangunan Daerah Jangka Menengah 2010-2015 adalah Terwujudnya Kota Dumai sebagai Pusat Pelayanan “PENGANTIN” (Pelabuhan, Perdagangan, Tourism, dan Industri) yang “BERSERI” (Bersih, Semarak, Rukun, dan Indah) di Kawasan Pantai Timur Sumatera sebagai Penggerak Kemajuan Ekonomi dan Budaya Melayu yang Agamis menuju Dumai Kota “SEHAT” (Sejahtera, Aman, dan Tertib) pada tahun 2015.
Salah satu bidang yang belum mampu iimplementasikan oleh Satker daerah ini, seperti bidang tourism. Dimana Satker terkait tak punya langkah nyata untuk mewujudkan visi tersebut. Padahal, Kota Dumai memiliki berbagai potensi wisata. Namun, sangat disesalkannya tidak ada upaya nyata dari instansi terkait untuk mengembangkannya. Akibatnya, wisatawan tak berminat untuk mengunjungi daerah ini.
“Dumai merupakan kota pelabuhan. Wisatawan banyak yang melewati daerah ini, tapi mereka tidak tertarik untuk singgah bermalam. Pasalnya, mereka merasa tak ada potensi wisata yang bisa dilihat,” ujar anak pasangan H. Abdullah Daas dan Hj. Fatimah ini.
Menurutnya, banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan, yang bisa menjadi nilai jual bagi daerah ini kepada wisatawan. Minimal untuk menarik wisatawan yang transit, agar mau singgah untuk sekejab melihat objek wisata daerah ini.
Onny mengaku sudah berulang kali menyampaikan hal itu kepada pihak terkait, tapi tidak mendapat respon yang baik. Apalagi banyak anggaran yang dialokasikan ke dinas terkait. Namun, kenyataannya banyak digunakan untuk kegiatan serimoni belaka.
Dia membandingkan bahwa potensi wisata di negera tetangga, seperti Malaysia, banyak juga yang biasa-biasa saja dan hanya berupa situs legenda, tapi digarap dengan baik, sehingga menimbulkan daya tarik bagi wisatawan. Di daerah ini juga banyak situs legenda, tapi pihak terkait tak tertarik untuk mengembangkannya.
Wanita yang aktif di organisasi di kewanitaan ini sangat berharap kepada Satker Pemerintah Kota Dumai agar benar-benar mampu mengimplementasikan visi dan misi kepala daerah.
“Bila Satker tak mampu mengimplementasikannya, maka program kerja kepala daerah tak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang diharapkan tak akan tercapai,” ucap Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Dumai ini.
Disamping itu, sebagai pembina berbagai organisasi kewanitaan yang tergabung dalam GOW, Onny mengaku organisasi wanita yang ada masih harus dipacu untuk melaksanakan berbagai kegiatan, karena akhir-akhir ini dinilai mulai melamban karena pengaruh berbagai kepentingan.
Namun, dia memiliki tekad untuk terus berusaha memajukan dan memotivasi kamum wanita di daerah. Akibat kerja kerasnya dalam pembinaan kaum wanita, Lembaga Anugrah Prestasi Insani, Jakarta, memberikannya penghargaan “The Most Inspiring Women Award 2013".
“The Most Inspiring Women Award 2013" merupakan pengharagaan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Kartini dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setelah melalui pemantauan dan penilaian oleh Lembaga Anugrah Prestasi Insani (API), Onny dinilai berhasil membina dan memotivasi kinerja organisasi wanita di kota yang terletak di Pesisir Pantai Timur Sumatera ini.
Apa yang diraihnya diakui bukanlah sesuatu yang berlebihan, tapi apa yang sudah dilakukannya itu memang sudah bagian dari tugas dan tanggung jawabnya selaku Ketua GOW Dumai yang menaungi 48 organisasi perempuan di Kota Dumai.
Berbagai penghargaan lainnya juga diraihnya karena aktif dalam keorganisasian wanita, seperti mengemban jabatan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Dumai, Ketua Sie Kesra KMT Kota Dumai, Penasihat Muslimah NU, dan lainnya.
Atas pengabdian dan prestasi yang telah ditorehkannya untuk daerah ini, tidak membuat dirinya berpuas diri. Menurutnya, dirinya masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Namun, dirinya punya tekad dan kemauan untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat.***(adv)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

