Apkasindo Minta Petani Sawit Berbenah Hasilkan Produktivitas Tinggi
Rabu, 23 Maret 2016 20:16 WIB
PEKANBARU - Perkebunan kelapa sawit rakyat di Riau khususnya Rokan Hilir harus dikelola berkelanjutan. Para petani komuditi yang masih menjadi sektor handalan masyarakat Riau ini diharapkan berbenah diri menuju produktivitas tinggi dan berwawasan lingkungan.
Demikian dikatakan Sekretaris DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau Rino Afrino, Rabu (23/3/16).
Rino yang juga Wasekjend DPP Apkasindo Pusat ini mengingatkan, kelapa sawit tidak boleh bernasib dengan komuditas lainnya seperti coklat, kopi dan karet yang sudah habis masa keemasannya.
"Terus berbenah menuju produktifitas tinggi mutlak harus diwujudkan. Jangan sampai nasib kelapa sawit seperti coklat, kopi, karet. Karena itu bersama Apkasindo khususnya di Rohil harus terus berbenah," kata Rino, usai pengukuhan pengurus DPD Apkasindo Rohil.
"Turut mencarikan solusi bersama pemerintah hal-hal yang menjadi hambatan. Misalnya, apakah itu terkait lahan, bibit atau produktifitas sawitnya," kata Rino.
Selain itu, Rino juga menyoroti belum maksimalnya pemanfaatan hasil turunan yang terkandung didalam minyak nabati dari kelapa sawit itu sendiri. Mulai dari mentega, coklat, kosmetik kecantikan hingga biodiesel. Selama ini, pemerintah masih berkutat pada industri minyak goreng yang dihasilkan dari sawit.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan Rokan Hilir Syahril mengatakan Apkasindo harus mampu berperan nyata dalam memperjuangkan nasib petani setempat. Khususnya peremajaan.ada 16.800 hektar tanaman tua di Rohil.
Selain itu, Apkasindo juga harus selalu berada di depan untuk memperjuangkan kepentingan petani kelapa sawit untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Mulai dari pendampingan, mendapatkan bibit termasuk harga yang layak bagi petani sawit itu sendiri.
"Karena itu dengan adanya perwakilan Apkasindo di Badan Pengelola Dana Perkebunan sawit (BPDP) ini diharapkan peremajaan dapat terlaksana di Rokan hilir secepatnya," ungkap Syahril.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan Riau melalui Kepala Seksi Pengembangan Usaha Perkebunan Ambar mengatakan konsolidasi pengurus Apkasindo di semua kabupaten/kota di Riau sangatlah diperlukan.
Hal ini mengingat provinsi ini merupakan penghasil perkebunan sawit rakyat terbesar di Indonesia. Dimana, lebih dari satu juta kepala keluarga bergantung pada sektor perkebunan sawit.
"Bila dikali empat orang dalam setiap keluarga, maka ada empat juta orang hidup dari sektor ini. Itu artinya apa, ada 80 persen dari jumlah penduduk Riau bergantung pada sawit," ungkap Ambar.
Ada pun peran Dinas Perkebunan Riau sendiri, Ambar mengklaim terus berusaha mengangkat agar petani kelapa sawit bisa lebih sejahtera. Meski begitu, Ambar juga menyatakan saat ini hambatan dan tantangan pada perkebunan rakyat tidaklah mudah.
"Kami bersama Apkasindo terus saling bahu membahu, agar harapan menjadikan petani kelapa sawit lebih sejahtera bisa terwujud," ujarnya.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Petani Tanyakan Pungutan Sawit Hingga Rp2,9 Miliar ke Dinas Perkebunan Riau
-
Ekbis
Perusahaan Jepang Bakal Inves Rp1,2 Triliun Kembangkan Hilirisasi Sawit di Dumai
-
Lingkungan
Pemko Dumai Beraharap Program Bibit Sawit Mampu Tingkatkan Ekonomi Petani
-
Lingkungan
Petani di Siak Komitmen Takkan Alih Fungsi Sawah Jadi Sawit
-
Ekbis
Harga Referensi CPO Turun Jadi US$751,55 per Metrik Ton
-
Pendidikan
BPDP-KS dan Apkasindo Dumai Buka Beasiswa D1 Anak Petani Sawit

