• Home
  • Ekbis
  • BBM Turun, Dewan Minta Harga Sembako Ikut Turun

BBM Turun, Dewan Minta Harga Sembako Ikut Turun

Sabtu, 17 Januari 2015 15:55 WIB
PEKANBARU : Awal Januari 2015 kemarn, Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sempat meroket ke harga Rp.8500 per liter. Namun saat ini Pemerintah pusat kembali menurunkan harga BBM ke harga Rp.6500. 

Untuk itu DPRD Kota Pekanbaru meminta agar penurunan harga BBM harus diikuti oleh penurununan harga sembako.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Pekanbaru Zaidir Albaizar. Ia mengatakan dengan turunnya harga BBM tersebut, pihaknya mendorong pemerintah untuk menormalkan lagi harga-harga sembako di pasaran. 

"Naik turunnya harga BBM ini tentu sangat berpengaruh terhadap harga sembako di pasaran, bahkan tidak hanya sembako tarif angkot juga berpengaruh. Hal ini agar beban masyarakat khususnya yang kurang mampu sedikit ringan ," kata Zaidir, kemarin.

Zaidir menjelaskan lagi dengan kondisi ini, terutama untuk masalah harga sembako, pihaknya meminta Disperindag dan Dinas Pasar untuk menggelar sidak ke pasar-pasar untuk mensosialisasikan ke pedagang agar menormalkan harga-harga. 

"Sedangkan untuk tarif angkot seharusnya juga mengikuti. Organda juga sudah harus bisa membuat perkiraan berapa tarif baru untuk penumpang," pungkas Zaidir.

Bensin di SPBU Pekanbaru Kosong

Stok BBM jenis premium kosong di sejumlah Stasiun Pengisian Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Sabtu (17/01/2015). Hal ini setelah Presiden Jokowi mengumumkan penurunan harga BBM jenis premium, Jumat (16/01/2015) kemarin. Namun harga itu baru berlaku mulai Senin (19/01/2015).

Seorang warga Marpoyan Damai, Pekanbaru, Deddy (45), mengaku kesal ketika hendak mengisi bensin Sabtu siang. Awalnya dia mendatangi SPBU di Jalan Arifin Ahmad, ternyata petugas mengatakan habis. Selanjutnya, dia mendatangi SPBU di Jalan Soekarno-Hatta, dekat simpang Arifin Ahmad, lagi-lagi kosong.

Sebuah SPBU di Jalan Tuanku Tambusai ujung, arah Jalan Garuda Sakti, juga tidak ada stok bensin. "Karena memang butuh akhirnya terpaksa saya membeli Pertamak Plus," katanya.

Deddy mengatakan, pola pengumuman BBM turun dua hari sebelum diterapkan membuat pengusaha SPBU tidak memesan stok. 

"Mestinya diumumkan siangnya, malamnya sudah berlaku seperti 1 Januari 2015 lalu. Soal mekanisme untung rugi antara SPBU dan Pertamina mereka atur sendiri lalu. Jangan sampai putus stok seperti sekarang karena masyarakat jadi susah," kesalnya. 

(yud/yud)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar