Buruh Dumai Minta Aktivitas Pelabuhan dan Gudang Beroperasi
Jumat, 23 Oktober 2015 09:09 WIB
DUMAI - Penangkapan narkoba jenis sabu seberat 268 Kg di Medan beberapa hari lalu yang diduga berasal dari jaringan mafia narkoba internasional Tiongkok melewati Malaysia dan Kota Dumai, sebagaimana yang diberitakan di media massa dalam pekan ini, berdampak buruk bagi ekonomi buruh bongkar muat pelabuhan dan gudang di Kota Dumai.
Setidaknya sekitar lebih kurang delapan ribu buruh baik dikawasan pelabuhan dan gudang di Kota Dumai selama lebih seminggu sudah tidak memiliki aktivitas bongkar muat. Demikian disampaikan Sekretaris Serikat Buruh Kota Dumai, Darmen, S.Sos, Jumat (23/10/15).
"Kami sangat merasakan dampak dari kasus ini. Karena buruh bongkar muat dalam minggu ini banyak yang menganggur. Kita juga memberikan apresiasi kepada aparat BNN yang telah berhasil menangkap jaringan narkoba ini. Tapi kami juga berharap aktivitas pelabuhan dan guna kembali normal," ungkapnya.
Ditegaskannya, masalah narkoba yang ditangkap itu merupakan tugas aparat untuk mengusutnya secara tuntas. Diyakininya, aparat pasti memiliki kemampuan untuk membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Untuk itu, percayakan sajalah masalah ini kepada pihak Kepolisian dan BNN.
Dia menegaskan, diharapkan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas persoalan narkoba yang telah mencoreng nama dan marwah pelabuhan Dumai. Ini mainannya mafia internasional, kalau lefelnya nasional atau daerah diyakini Polres Dumai pasti dapat mendeteksi masalah ini sejak dini, apalagi dengan jumlah sabu sebanyak itu.
"Namun pada sisi yang lain, para importir jika merasa tidak terlibat dengan persoalan ini, kenapa harus takut, teruskan saja aktivitas ekonominya karena banyak kepentingan masyarakat yang terganggu terutama nasib para buruh," tegas, Muhammad Hasbi, secara terpisah.
Agus Budianto S. Alam, Ketua Majelis Persekutuan Pemuda Melayu Serumpun (MPPMS) Kota Dumai menyatakan hal yang sama. Pihaknya mengaku bangga dengan kinerja aparat hukum yang berhasil menangkap narkoba sebanyak itu. Diyakikininya, aparat hukum pasti dapat membongkar sindikat jaringan pengedar narkoba tersebut.
"Melalui pelabuhan Dumai adalah satu kebetulan saja, jadi tidak perlulah pelabuhan Dumai dihukumi, kasihan nasib buruh kita. Kami berharap kepada semua pihak agar tidak melebarkan isu ini kemana-mana, kasih buruh kita yang beberapa hari ini sudah banyak menganggur," tegasnya.
Senada juga disampaikan Sianturi, salah satu tokoh masyarakat, berharap aktivitas bongkar muat dipelabuhan dan dipergudangan kembali normal. Mengingat banyak kalangan buruh yang beberapa hari ini tidak mendapatkan rezeki dampak dari kasus narkoba oleh petugas BNN.
Sianturi, juga memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum bisa membongkar dan menangkap para pelaku narkoba diduga jaringan internasional. Namun demikian, biarkan masalah ini dituntaskan aparat hukum, tapi diharapkan aktivitas pelabuhan dan gudang bisa kembali normal.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
F1QR Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu 5,404 KG dari Malaysia
-
Hukrim
KPPBC Dumai Amankan Tersangka dan 19.516 Butir Ekstasi dari Malaysia
-
Hukrim
Inilah Fakta Anak Lilis Karlina yang Masih Kecil Jadi Bandar Narkoba
-
Hukrim
BNN Tangkap Oknum Polisi dan Warga Sipil Bawa 50 Kilogram Narkoba di Dumai
-
Bengkalis
Bupati Bengkalis Buka Seminar Kebangsaan Peringatan Hari Anti Narkoba
-
Hukrim
Kapolda Riau Minta Jajaran Tindak Tegas Bandar Narkoba

