Disperindag Dumai Sebut Grafik Ekspor Sawit Turun
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:18 WIB
DUMAI - Beberapa hari belakangan ini kalangan petani kelapa sawit di Kota Dumai banyak yang mengeluh mengingat harga jual mengalami penurunan cukup draktis.
Menanggapi masalahan ini, Dinas Perdagangan dan perindustrian ( Disperindag) Dumai menyebut kondisi sulit dialami seluruh wilayah di Indonesia termasuk Dumai.
Menurutnya, penyebabnya adalah permintaan ekspor sawit turun. Sehingga secara otomatis harga jual juga akan mengalami penurunan sehingga menjadi keluhan kalangan petani.
"Penurunan tajam ini disebabkan menurunnya permintaan sawit dunia kepada Indonesia. Untuk itu, diperlukan sebuah langkah cepat dari pemerintah terutama pusat," katanya.
Langkah yang dikamsud itu, kata Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag, Kamaruddin, Pemerintah Pusat harus membuat sebuah regulasi khusus untuk sawit.
Dia, menyatakan nasib petani sawit diseluruh Indonesia bergantung kepada kebijakan pemerintah pusat untuk hilirisasi. Dengan hilirisasi, maka nilai jual sawit rakyat akan terus terangkat.
"Penurunan juga diakibatkan karena transportasi, ditambah adanya biaya keluar ekspor dan dana PAN yang dibebankan ke pemilik sawit," jelasnya.
Ditambah lagi, permintaan luar negri kurang sementara ketersediaan melebihi. Akibatnya grafik ekspor pun mengalami penurunan setiap tahunnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Minyak CPO Milik PT Kreasijaya Adhikarya Tumpah ke Laut Dumai
-
Ekbis
Harga CPO Anjlok, Harga Buah Kelapa Sawit Ikut Rontok
-
Ekbis
PTPN V Raup Rp168,8 Miliar dari Sertifikasi ISCC dan RSPO
-
Ekbis
Sepekan Kedepan Harga Sawit Rp2.730 Perkilogram di Riau

