• Home
  • Ekbis
  • Elpiji 3 Kg Langka, Warga dan Pedagang di Dumai Mengeluh

Elpiji 3 Kg Langka, Warga dan Pedagang di Dumai Mengeluh

Rabu, 08 Januari 2014 15:25 WIB

DUMAI - Saat ini wilayah Kota Dumai mulai mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di pasaran, sehingga banyak warga dan pedagang kuliner serta kaum ibu rumah tangga mengeluhkan kondisi ini.

Seperti yang diungkapkan Yon warga Dumai Timur, mengaku bahwa dirinya sudah mencari di beberapa tempat baik itu agen mahupun pangkalan diwilayahnya, namun tetap saja kosong, sehingga terpaksa dirinya mencari Gas LPG 3 kilogram di wilayah kecamatan lain.

"Baru kami mendapatkan Gas 3 Kg di Kecamatan Dumai Selatan, dengan harga yang cukup tinggi yakni berkisar Rp 20.000 pertabungnya. Kami pokoknya sangat mengalami kesulitan lah untuk mendapatkan gas elpiji ini," katanya, Rabu (8/1/14).

Dilanjutkannya, dirinya yang setiap hari berjualan sebagai penjual sosis, darling, ketela dan lain-lainya, terpaksa harus membeli harga Gas LPG yang cukup tinggi dari biasanya yakni Rp 14.750.

"Ya, Mau ngak mau aja membelinya, kalau tidak membeli, kita ngak bisa berjualan, karena Gas tersebut salah satu bahan pokok untuk berjualan," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan, Budi seorang pedagang kuliner dan minuman di Jalan Anggur, mengaku sejak LPG 3 Kg sulit didapatkan terpaksa tidak berdagang untuk sementara.

Menurutnya, di sejumlah pangkalan resmi dan penjualan gas elpiji saat ini mengalami kekosongan sejak beberapa hari belakangan ini. Hal ini terang saja menyulitkan dirinya yang sangat membutuhkan gas untuk keperluan bahan bakar memasak aneka makanan yang diperjualbelikan.

"Dimana-mana kita mencari gas sekarang sudah sulit karena persediaan banyak kosong. Untuk sementara karena tidak ada bahan bakar gas, kita belum bisa berjualan seperti biasanya," tuturnya.

Atas kondisi kelangkaan gas elpiji ini, dirinya berharap supaya tidak berlangsung lama dan pemerintah secepatnya mencarikan solusi dengan melancarkan kembali keberadaan bahan bakar yang dikonversikan pemerintah kota Dumai beberapa tahun lalu.

"Kita berharap pemerintah dapat mengatasi kelangkaan bahan bakar ini demi kelangsungan para pedagang berusaha," harapnya.

Hal sama disampaikan Rini, seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Bukit Batrem juga mengeluhkan langkanya peredaran gas LPG 3 Kg di pangkalan resmi, padahal sangat dibutuhkan untuk kebutuhan masak.

Menurutnya, selain langka, gas LPG kini dijual juga dengan harga bervariasi diatas harga rata-rata normal, yaitu mulai dari Rp 17.000- Rp20.000 per tabung 3 kilogram. Namun, karena membutuhkan, terpaksa tetap dibeli meski dibeli mahal.

"Tidak ada gas kita tidak bisa memasak, jadi kalau pun ada dengan harga yang relatif tinggi, tetap kita cari dan beli karena sudah menjadi kebutuhan untuk hidangan memasak makanan buat keluarga," tuturnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar