Legislator Dumai Minta Hentikan Kerjasama PGN dan BUMD
Rabu, 01 Maret 2017 17:44 WIB
DUMAI - Langkah kerjasama antara Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pelabuhan Dumai Berseri (PDB) menuai sorotan tajam lembaga DPRD Kota Dumai.
Selain meminta dihentikan, kerjasama antara PGN dengan BUMD Pelabuhan Dumai Berseri hanya harapan palsu untuk Kota Dumai, serta tidak berimbas pada kemajuan pembangunan Kota Pelabuhan dan Industri ini.
Menurut Anggota DPRD Dumai, Ahmad Effendi, apa relokasi kerjasama PGN dengan BUMD PT Pelabuhan Dumai Berseri?, Jangan hal ini menjadi Pemberian Harapan Palsu (PHP) saja yang tidak jelas arahnya.
"Jika PGN hanya bekerja sama dengan BUMD tanpa ada kesepakatan untuk masyarakat dan Pemerintah Kota Dumai saya menilai terlalu sempit," kata Ahmad Effendi mempertanyakan dalam hearing di Ruang Cempaka DPRD Dumai, Rabu (1/3/17).
Pada kesempatan itu, Hasrizal, selaku Ketua Komisi III DPRD Dumai menambahkan bahwa kerjasama antara PGN bersama BUMD PT Pelabuhan Dumai Berseri seharusnya di cari tahu dulu dan relokasinya juga tidak tepat.
"Jadi kalau pihak PGN ingin bekersama dengan pihak BUMD, kordinasi dulu BUMD mana yang bisa dipakai dan sesuai relokasinya, saat ini potensi PAD PT Pelabuhan Dumai Berseri nol untuk Kota Dumai," katanya.
Pihak Proyek PGN Dumai, Syafran Siregar menjelaskan bahwa sudah menggandeng salah satu BUMD yang ada di Kota Dumai yaitu PT Pelabuhan Dumai Berseri. Dengan berbagai kesepakatan yang diatur dalam perjanjian kerjasama itu.
"Benar kita bekerjasama dengan BUMD PT Pelabuhan Dumai Berseri seperti kerjasama pemanfaatan gas bumi, konsultasi teknik dan keuangan serta alokasi gas bumi dan kerja sama yang potensial," jelas Syafran singkat.
Selain meminta dihentikan, kerjasama antara PGN dengan BUMD Pelabuhan Dumai Berseri hanya harapan palsu untuk Kota Dumai, serta tidak berimbas pada kemajuan pembangunan Kota Pelabuhan dan Industri ini.
Menurut Anggota DPRD Dumai, Ahmad Effendi, apa relokasi kerjasama PGN dengan BUMD PT Pelabuhan Dumai Berseri?, Jangan hal ini menjadi Pemberian Harapan Palsu (PHP) saja yang tidak jelas arahnya.
"Jika PGN hanya bekerja sama dengan BUMD tanpa ada kesepakatan untuk masyarakat dan Pemerintah Kota Dumai saya menilai terlalu sempit," kata Ahmad Effendi mempertanyakan dalam hearing di Ruang Cempaka DPRD Dumai, Rabu (1/3/17).
Pada kesempatan itu, Hasrizal, selaku Ketua Komisi III DPRD Dumai menambahkan bahwa kerjasama antara PGN bersama BUMD PT Pelabuhan Dumai Berseri seharusnya di cari tahu dulu dan relokasinya juga tidak tepat.
"Jadi kalau pihak PGN ingin bekersama dengan pihak BUMD, kordinasi dulu BUMD mana yang bisa dipakai dan sesuai relokasinya, saat ini potensi PAD PT Pelabuhan Dumai Berseri nol untuk Kota Dumai," katanya.
Pihak Proyek PGN Dumai, Syafran Siregar menjelaskan bahwa sudah menggandeng salah satu BUMD yang ada di Kota Dumai yaitu PT Pelabuhan Dumai Berseri. Dengan berbagai kesepakatan yang diatur dalam perjanjian kerjasama itu.
"Benar kita bekerjasama dengan BUMD PT Pelabuhan Dumai Berseri seperti kerjasama pemanfaatan gas bumi, konsultasi teknik dan keuangan serta alokasi gas bumi dan kerja sama yang potensial," jelas Syafran singkat.
(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Bengkalis
DKP Bengkalis Gelar Sosialisasi Pengembangan Kelembagaan Jaringan Distribusi Pangan
-
Ekbis
Satgas Nataru 2021 PGN Jaga Pasokan Gas Bumi Aman Selama Nataru 2022
-
Ekbis
PT Riau Petroleum Bakal Kelola PI 10 Persen dari WK Rokan
-
Ekbis
Gubernur Riau Minta Seluruh BUMD Berkontribusi Bangun Daerah
-
Ekbis
Dukung Satgas RAFI 2021, PGN Pastikan Keamanan Infrastruktur dan Layanan Gas Bumi
-
Ekbis
Bank Riau Kepri Sabet Dua Penghargaan Ajang TOP CSR Award 2021

