• Home
  • Ekbis
  • Mengadu ke DPRD Meranti, Pedagang Pasar Ramadhan Tolak Pemindahan

Mengadu ke DPRD Meranti, Pedagang Pasar Ramadhan Tolak Pemindahan

Kamis, 04 Juni 2015 17:46 WIB
MERANTI - Wancana pemindahan Pasar Ramadhan dari jalan A.Yani Selatpanjang menuju jalan Banglas Selatpanjang Timur terancam batal, setelah puluhan pedagang mendatangi Kantor DPRD Kepulauan Meranti guna menyampaikan keberatan dari wacana pemindahan itu.

Keberatan para pedagang tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang perwakilan pedagang Pasar Ramadhan Dede dan Dewi dihadapan Ketua komisi C, Ardiansyah, Ketua Komisi B Dedi Putra dan sejumlah anggota komisi C lainnya. Setelah mereka diterima masuk keruangan rapat DPRD Kepulauan Meranti, Kamis (4/6).

Dikatakan Dede, kondisi pasar pagi Banglas yang akan dijadikan pasar ramadhan itu tidak memungkin. Selain tidak strategis, area pasar pagi Banglas yang akan dijadikan pasar Ramadhan itu juga sempit dan area pasar pagi itu kapasitas meja untuk pedagang juga terbatas hanya sekitar 120 meja.

Dilanjutkannya, sedangkan jumlah pedagang tahunan jumlah mencapai sekitar lebih kurang 300 termasuk pedagang sate dan lainnya. Sedangkan pedagang yang megunakan meja itu sekitar lebih kurang sebanyak 250 meja. 

"Pasar pagi desa banglas itu kita mendapatkan Informasinya pihak dinas pasar hanya menyediakan sebanyak 120 meja, artinya akan banyak pedagang lainnya yang tidak dapat berjualan nantinya disana," ungkapnya kepada wakil rakyat.

Selain itu dikatakan Dede, orang-orang dari kecamatan lainya yang akan datang untuk belanja menu bula puasa nantinya juga akan kejauhan karena dari pasar ke jalan banglas itu memakan ongkos transportasi juga sangat tinggi dan seharusnya bisa dibelikan untuk kebutuhan lain.

"Kita bukanya tidak setuju pasar pagi di jalan Banglas itu dijadikan pasar ramadhan, akan tetapi kawasannya terlau sempit dan daerah itu juga rawan banjir jika di musim hujan tiba. Tentunya ini akan berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi bagi pedagang," paparanya.

Dede juga menyampaikan permintaannya kepada Dinas Perhubungan untuk tidak arogansi dalam menjalan tugas pegamanan di pasar ramadhan nantinya, karena pada tahun-tahun sebelumnya jalan itu di tutup sehingga terganggu aktifitas masyarakat lainya.

Mendapat keluh kesah itu, Komisi B Dedi Putra berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan. "Sore ini juga kita akan panggil pihak Dinas Perhubuganan agar apa yang menjadi keluhan masyarakat ini dapat segera kita atasi," ucap Dedi kepada para pedagang.

Sementara itu Dewi, seorang pedagang yang mewakili kaum perempuan dalam hearing dengan komisi C mengatakan, jika Dinas Pasar tetap memindahkan pasar ramadhan ke pasar pagi Banglas maka para pedagang pasar ramadhan di jalan A.Yani sudah sepakat akan membuat meja sendiri untuk berjualan.
 
"Saya berharap komisi C untuk dapat memperjuangkan nasib pedagang khususnya para pedagang musiman ini agar bisa berjualan di pasar Ramdhan jalan A,Yani. Karena Pasar ramadhan dijalan A Yani tersebut sangat trategis ramai pengunjung dari berbagai daerah dan Etnis," harapnya.

Ketua Komisi C Ardiasyah berjanji akan menindak lanjuti keluhan para pedagang pasar ramadhan tersebut, namun para pegagang yang mendangi Kantor DPRD tersebut diminta untuk bersabar, karena secara resmi pihaknya belum menerima lapaoran atau informasi terkait rencana pemindahan pasar Ramadhan tersebut.

"Sabar dulu, kita belum menerima laporan resmi wacana pemindahan lokasi pasar Ramadhan. Apakah pasar ramadahan yang biasa di jalan A.yani itu akan dipindahkan atau pasar ramadhan jalan Banglas ini untuk menampung pedagang lainya yang belum memiliki tempat untuk berdagang, nanti akan kita tanyakan alasannya," jawabnya.

"Kita akan panggil Dinas Pasar untuk diminta penjelasannya terkait dengan wancana pembukaan pasar ramadhan di pasar pagi tersebut, karena persoalan ini harus diselesaikan secepatnya, mengingat bulan ramadhan sudah di depan mata," jelasnya kepada para pedagang.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ramadhan
Komentar