• Home
  • Ekbis
  • Riau Masih Ketergantungan Sembako dari Provinsi Tetangga

Riau Masih Ketergantungan Sembako dari Provinsi Tetangga

Senin, 13 Juni 2016 11:44 WIB
PEKANBARU - Hingga saat ini komoditi kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) masyarakat Riau masih mengandalkan provinsi tetangga. Akiibat harga sembako kerap melambung tinggi jika daerah pemasok mengalami ganguan alam.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, Muhammad Firdaus kepada wartawan, Senin (13/6/16). 

Kondisi itu, kata dia, tidak dapat dipungkiri jika terjadi ganguan di daerah penyuplai , maka akan sangat berdampak terhadap lonjakan harga di pasaran.

"Tak kita pungkiri, suplai kebutuhan sembako untuk di Riau memang masih mengandalkan provinsi tetangga, seperti Sumatra barat dan Sumatra Utara. Kalau sewaktu-waktu terjadi bencana alam seperti banjir atau longsor di wilayah itu, maka berdampak terhadap tingginya harga kebutuhan rumah tangga di Riau," katanya.

Menurutnya, masalah tersebut terjadi tidak lain karena infrastruktur yang tersedia masih sangat minim. Tingginya harga sembako tersebut juga disebabkan biaya transportasi yang juga masih melambung.

Atas kondisi itu pula, lanjut Firdaus, para pedagang banyak mengeluhkan harga modal yang mereka beli untuk menjual kembali sembako di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru masih tergolong tinggi. Sehingga ada banyak biaya yang barus dikeluarkan pedagang untuk memenuhi kebutuhan modalnya.

"Nah, kami dari pemerintah bagaimanapun harus memastikan bahwa ketersediaan barang-barang tersebut harus ada, untuk menjaga kestabilan harga. Masalahnya sampai saat ini kita masih bergantung pada daerah tetangga," ujarnya.

Sementara itu, pada momentum puasa dan lebaran Idul Fitri, Firdaus mengaku sudah berkali-kali melakukan pertemuan dengan pihak distributor, supaya tidak ada perbaikan atau penimbunan yang dilakukan oleh oknum.

Langkah yang kemungkinan akan diambil jika terjadi persoalan tersebut, yakni melakukan upaya penegakan hukum. Misalnya dengan melaporkan oknum tersebut kepada aparat kepolisian untuk dilakukan penindakan.

"Kita sudah koordinasi  dengan aparat kepolisian, karena kegiatan melakukan penimbunan sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Namun Persoalannya, sampai kapan Riau harus bergantung pada daerah tetangga untuk kebutuhan sembako. Setiap kali ada momentum seperti ini (Puasa,red) harga melonjak terus. Solusinya memang harus swasembada, supaya harga terkendali," ujarnya.

Untuk masalah kenaikan sembako, sambung Firdaus, ‎pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota agar adanya kesamaan persepsi dalam mengatasinya.

"Saat ini upaya yang bisa kita lakukan dengan cara menggelar pasar murah, sebagai langkah untuk menstabilkan harga sembako di pasaran," pungkasnya.

(rdk/frc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sembako
Komentar