• Home
  • Ekbis
  • Ribuan Buruh Bongkar Muat di Kota Dumai Menganggur

Ribuan Buruh Bongkar Muat di Kota Dumai Menganggur

Rabu, 04 November 2015 19:38 WIB
DUMAI - Tak jelas,  apakah terhentinya impor barang melalui pelabuhan rakyat (Pelra) Dumai ada kaitannya dengan penangkapan sabu-sabu sebanyak 270 Kg di Medan yang disebut-sebut diangkut dari salah satu gudang di Kota Dumai , namun yang jelas aktivitas bongkar barang di sejumlah Pelra di Dumai telah terhenti.

Boleh jadi benar, sebab sesuai keterangan dari para buruh, tak ada kapal pengangkut barang impor yang sandar di Pelra Dumai. Padahal, ribuan buruh menggantungkan hidup keluarganya dari aktivitas bongkar muat barang di Pelra tersebut.

"Sudah sepuluh hari tak jalan, barang tak masuk di Pelra, ratusan supir menganggur. Begitu juga buruh bongkar muat di Pelra dan di sejumlah gudang di Bagan Besar pun turut menganggur," kata Simanjuntak seorang supir truk langsir barang dari Pelra ke gudang Bagan Besar.

Hal senada juga diutarakan Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Kota Dumai Nurdin Budin,S.Sos yang menyatakan, akibat terhentinya aktivitas bongkar muat barang import di sejumlah Pelra berdampak luas terhadap aktivitas buruh di darat.

Pasalnya, menurutnya, buruh yang melakukan bongkar muat di darat seperti di sejumlah gudang menganggur. Begitu juga buruh yang melakukan aktivitas di pasar tak bekerja. Tak hanya itu, ribuan supir truk langsir barang dari Pelra ke gudang dan pasar juga tak beroperasi.

"Bongkar muat barang impor di perairan tiarap. Kondisi itu berdampak negatif terhadap aktivitas buruh khususnya anggota SP/SB yang bekerja di sejumlah gudang, Pelra dan pasar-pasar tradisional. Yang jelas 80% aktivitas anggota terhenti," pungkas Nurdin Budin. 

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Buruh
Komentar