Stand Monoton, Dumai Expo 2015 Sepi Pengunjung
Rabu, 29 April 2015 17:59 WIB
DUMAI - Pemerintah Kota Dumai menyelenggarakan pagelaran Dumai Expo 2015 yang merupakan rangkaian dari HUT XVI Kota Dumai. Iven tahunan yang dipusatkan di lapangan Bukit Gelanggan itu terlihat sepi dari aktivitas pengunjung, karena stand yang disediakan terlalu monoton.
Pagelaran Dumai Expo 2015 yang bakal habis pada 3 Mei mendatang ini, setelah dua hari dibuka Walikota Dumai Khairul Anwar tidak ada penampilan menarik yang disodorkan ataupun disuguhkan oleb masing-masing stand Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), BUMN, BUMD serta perusahaan Swasta.
Salah seorang penggunjung Dumai Expo 2015, Izal mengaku kegiatan Dumai Expo adalah merupakan event penting rutin setiap tahunnya sebagai ajang promosi daerah. Tetapi sayang, masing-masing SKPD yang telah menyewa stand dengan harga tinggi tidak ada yang menampilkan sesuatu yang luar biasa.
"Contohnya saja stand Dekranasda tidak ada menampilkan jajanan khas Kota Dumai hasil Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM) Kota Dumai, dan begitu juga halnya pada stand SKPD lain. Sehingga saya menilai dari tahun ketahun penampilan stand sangat monoton dan tidak ada perkembangannya," jelasnya.
Dipaparkannya, tidak ada peningkatan dari masing SKPD untuk menampilkan sesuatu yang lebih berguna, serta menarik minat para penggunjung untuk mampir. Namun berbeda halnya dengan Stand Sement Padang, dia melihat penggunjung ?banyak sekali yang mampir kesana untuk membeli jajanan khas binaan perusahaan tersebut.
"Seharusnya seluruh stand baik itu pemerintah dan perusahaan lainnya harusnya mampu seperti mereka (Semen Padang). Mereka memberikan warna berbeda setiap mengikuti momen tahunan dalam rangka HUT Kota Dumai," katanya kepada wartawan, Rabu (29/4/15).
Dicontohkan Izal kembali, seperti halnya stand KLH yang seharusnya bisa menampilkan hasil tumpahan minyak ataupun limbah perusahaan yang terjadi selama ini di Kota Dumai, terus menunjukkan hasil Laboratoriumnya. Sehingga masyarakat mengetahui secara detilnya kasus pencemaran lingkungan di Kota Dumai.
"Sebagai Kota Industri, kasus tumpahan minyak adalah merupakan hal yang sangat rentan terjadi, untuk itu seharusnya hal tersebut dapat ditampilkan supaya penggunjung yang datang ke stand penasaran dan menyimpan berjuta pertanyaan yang musti dijelaskan oleh pihak KLH," sarannya.
Disarankannya, apabila KLH dan beberapa SKPD memberikan dan menyuguhkan sesuatu yang bersifat edukasi, pastilah nantinya dari kunjungan tersebut pengunjung tidak hanya berkeliling saja, tetapi ada wawasan dan ilmu yang diperoleh dari pagelaran Dumai Expo 2015 kali ini.
Dikatakannya, tidak semua masyarakat mengerti dan paham apa fungsi masing-masing SKPD tersebut.Untuk apa menyewa stand dengan harga mahal, namun hanya hadir untuk meramaikan saja tetapi tidak ada sesuatu yang unik dan menarik hati bagi para pengunjung.
"Itu tentu percuma saja sementara anggaran untuk pembiayaan stand dimasing SKPD membutuhkan dana yang cukup besar. Jadi menurut saya, sayang saja jika kegiatan ini hanya dijadikan sebagai sekedar kegiatan seremoni saja, padahal pemerintah berharap kegiatan ini sebagai ajang promosi daerah," tutupnya.
(adi/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

