TPID Riau Sidak Harga Sembako di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru
Rabu, 18 Mei 2016 15:50 WIB
PEKANBARU - Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) Riau yang terdiri dari, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau bersama Disperindag Pekanbaru, Dinas Pasar Pekanbaru BPOM Riau, dan Bank Indonesia (BI) meninjau harga sembako jelang memasuki bulan suci Ramadhan, di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru.
Tinjauan ini guna melihat kondisi harga sembako di lapangan. Mengingat belakangan ada kecenderungan kenaikan harga sembako di pasar-pasar tradisional.
Diawali di Pasar Pagi Arengka, di sana tim menyambangi pedagang telor ras. Dimana harga telor sebelum satu papan Rp32.000 kini jadi Rp36.000. Padahal dari stok sendiri, telor tidak mengalami kekurangan. Kondisi ini membuat tim bertanya-tanya kenapa?.
Ali (39), salah satu pedagang telor ayam ras kepada tim mengatakan, telor ayam yang didapat dari Medan, Sumatera Utara. Dia mengaku, untuk mendapatkan telor tidak terlalu sulit, karena stok di agen selalu stanbay.
"Kita tak tau kenapa naik. Sebelumnya harga Rp32.000, sekarang Rp36.000 per paparnya. Mungkin karena mau puasa, makanya harga naik, jadi harga naik," katanya.
Lalu tim bergerak ke pedagang daging. Dimana harga daging murni masih bertahan Rp120.000 per kilogram. Harga tersebut sudah bertahan sejak tiga bulan lalu. Namun, untuk daging bakso dijual dengan harga Rp105.000 sampai Rp115.000.
Selanjutnya TPID menemui pedagang cabai. Dimana harga cabai merah asal Sumatera Barat (Sumbar) dipatok dengan harga Rp24.000 per kilogram, sebelumnya diharga Rp19.000 sampai Rp21.000 per kilogram.
Kepala Disperindag Riau, Muhammad Firdaus kepada wartawan mengatakan, tinjauan dilakukan guna melihat ketersediaan stok sembako. Dari hasil tinjauan, stok masih mencukupi sampai puasa, begitu juga harga masih relatif stabil, kecuali gula.
"Tadi waktu tim sidak ke Pasar Arengka, harga cabai dan bawang ada pergerakan naik mulai Rp3.000 sampai Rp4.000. kata Firdaus di sela-sela peninjauan," ujarnya.
Karenanya, dia berharap kepada distributor dan pedagang, kalau memang harga sembako naik jangan terlalu memberatkan masyarakat.
Memeng diakui Firdaus, harga sembako ada kecenderungan naik saat penyambutan momen tertentu. Mungkin ini sudah hukum perdagangan, namun hal ini jangan sempat dimanfaatkan.
"Tapi perlu diingat, jangan sekali-kali menahan sembako yang berdampak kenaikan harga. Kalau sempat kita temukan, kita tidak segan-segan melakukan tindakan. Jika ada yang bermain dengan kebutuhan masyarakat, baik pedagang atau distributor kita akan serahkan ke polisi," tegasnya.
(rdk/frc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan
-
Kesehatan
Dinas Kesehatan Riau Siagakan Tim Medis 24 Jam Selama Lebaran
-
Ekbis
Dishub Pekanbaru Kembali Amankan Duaa Taksi Uber
-
Sosial
Gubri Minta Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar Perbaiki Layanan Publik

