Terganjal Aturan, Proyek Penimbunan Pasar Modern Meranti Tertunda
Kamis, 08 Oktober 2015 17:46 WIB
MERANTI - Proyek penimbunan landscape di Pasar Modern Kepulauan Meranti, yang terletak di wilayah Pelabuhan Tanjung Harapan, belum bisa dilaksanakan hingga akhir tahun 2015. Pasalnya, proyek yang dianggarkan pada APBD Provinsi Riau 2015 itu terganjal aturan hingga akhirnya penimbunan belum terlaksana.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, H Syamsuar Ramli, kepada sejumlah awak media mengatakan, aturan yang menganjal penimbunan itulah jadi penghambatnya dan pihak provinsi sendiri kini tengah mencarikan solusinya agar bisa secepatnya penimbunan dilakukan.
"Kalau dibilang batal penimbunan saya rasa tidak mungkin. Tapi penimbunan dan pembangunan jalan di Pasar Modern tersebut menjadi tertunda. Molornya pelaksanaan pembangunan penimbunan itu akan memperlambat waktu penggunaan pasar tersebut," katanya kepada awak media di Selatpanjang, kemarin.
Menurutnya lagi, instansi teknis terkait tidak bersedia memindahkan para pedagang ke pasar tersebut, sebelum seluruh kelengkapan sarana dan prasarana pasar itu terbutuhi. Penimbunan memang menjadi sebuah keharusan di lokasi pasar tersebut.
Karena jika tanahnya tidak ditinggikan, maka kurang memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan berbelanja di pasar itu. "Untuk itu diharapkan, kiranya pada tahun 2016 mendatang, penimbunan itu bisa dilakukan. Dan juga diharapkan setelah penimbunan dilakukan maka pasar itu sudah bisa diserahterimakan,"sebut Syam lagi.
Ditambahkannya,pihaknya berharap kepada instansi teknis agar bisa bersinergy dalam pemanfaatan pasar yang didanai oleh APBN tersebut. Sehingga bangunan yang menghabiskan dana puluhan miliar itu tidak langsung rusak.
Menurutnya, bangunan yang dibiarkan kosong melompong, pada hal sudah bisa digunakan itu, akan mempercepat terjadinya berbagai kerusakan. Kita yakin jika bangunan itu lebih lama dibiarkan, maka ada saja nantinya yang harus kita perbaiki.
Untuk itu sangat diharapkan sinergytas dari berbagai instansi teknis, sehingga bangunan pasar tradisionil yang kita gadang-gadangkan menjadi pasar induk di Kepulauan Meranti itu nantinya bisa berfungsi sebagaimana diharapkan,"katanya lagi.
(rdk/rmc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

