Wacana Pertamina Bikin Rakyat Menanggung Derita
Rabu, 22 April 2015 16:37 WIB
PEKANBARU - Pertamina tidak semestinya asal melempar wacana seperti penghapusan premium dan menggantinya dengan BBM Pertalite setara RON 90. Karena wacana itu berdampak keresahan rakyat dan membuat harga kebutuhan pokok bergejolak.
Demikian dikemukakan pengamat Energi Nasional, Yusri Usman, kepada wartawan dari Jakarta, Rabu (22/4/2015). "Mereka mungkin lupa akibat wacana tersebut harga-harga bergolak. Dampaknya kepada kebutuhan pokok sangat signifikan. Janganlah suka berwacana yang dapat menggangu perekonomian rakyat," katanya.
Yusri juga merasa aneh membaca pernyataan Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, yang menegaskan Pertalite baru sebatas wacana Pertamina. "Kalau wacana kenapa sudah ditentukan jadwal pelaksanaannya awal Mei. Aduh gimana koordinasinya antar BUMN dengan kementrian yang bertanggung jawab dibawah koordinasinya," sindir Yusri.
Seharusnya, sambung Yusri. menteri menteri dan BUMN itu membuat kebijakan yang bisa meningkatkan pendapatan ekonomi rakyat, khususnya rakyat miskin yang setiap saat hanya bisa memikirkan hari ini mau makan apa dan apakah hari ini bisa makan ?. Bukan membuat kebijakan untuk kelompok yang hari ini mau makan siapa? " ketusnya lagi.
Pemerintah juga diminta berempati kepada rakyat yg miskin, sehingga bukan sekedar jargonnya pro rakyat miskin, tetapi kebijakan dan perbuatanya untuk kelompok cukong cukong.
"Kita ini suda merdeka 69 tahun, tapi sampai hari ini masih bertengkar soal harga BBM. Sementara pengusaha-pengusaha negara tetangga dapat menikmati harga gas murah untuk industrinya yang sumbernya malah dari negara kita. Mereka sangat siap menghadapi dan memasuki era MEA yang akan diberlakukan akhir tahun ini, " tukasnya.
Masih Kajian
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menegaskan bahwa rencana diluncurkannya BBM jenis baru, pertalite saat ini masih dalam proses pengkajian.
Dia meminta kepada Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang untuk mempresentasikan mengenai keinginan Pertamina untuk kucurkan produk baru tersebut dengan RON 90.
"Kutipan di media itu tidak tepat, yang seolah-olah hilangkan premium. Premium tetap sesuai kebijakan pemerintah dan pasar. Dan mesin motor mobil dengan kompresi mesin yang tinggi kami lihat perlu ada produk yang seperti ini," ujar Dwi dalam RDP bersama Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (22/4/2015).
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Bambang mengatakan, pihaknya hanya menambah varian produk
saja dengan kehadiran pertalite dengan RON 90.
"Ini hanya menambah varian produk, kami lihat ada RON 88, 92, 94. Antara 88 dan 92 gap-nya jauh. Bagi kami yang tepat mengganti premium dengan ini (pertalite), kecuali ada program pemerintah yang lain, pasti kami jalani," tuturnya.
Dia juga menjelaskan, pernyataan media soal pertalite akan diluncurkan pada 1 Mei 2015 juga tidak sepenuhnya tepat. Pertamina melontarkan akan meluncurkan pada awal Mei tapi bukan pada tanggal 1 Mei.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
SEBARAN 4.0, Perwira Kilang Pertamina Dumai Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran
-
Ekbis
Management Walkthrough & Safari Ramadhan Direksi Pertamina Drilling
-
Ekbis
Bulan K3 2025, Kilang Dumai Komitmen Keselamatan Kerja dan Keberlanjutan Lingkungan
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Nasional
Ini Alasan Presiden Jokowi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila di Blok Rokan
-
Ekbis
Usai Isi Biosolar, 23 Mobil Mitsubishi Pajero Mati Mendadak di Dumai

