Hasil Uji BPOM

    Apel Granny dan Gala Asal USA di Riau Aman Dikonsumsi

    Rabu, 04 Februari 2015 16:51 WIB
    PEKANBARU - Setelah melakukan uji sample apel granny smith dan gala sejak sepekan lalu, hari ini Rabu (4/2/15) BPOM Pekanbaru menyatakan bahwa apel granny smith dan gala asal California dan Washington tidak mengandung bakteri Listeria Monocytogenes.

    Hal itu disampaikan oleh Kepala BPOM Pekanbaru, Indra Ginting. Menurutnya, ada 8 jenis apel yang diuji oleh BPOM Pekanbaru, 5 jenis diantaranya negative mengandung listeria monocytogenes. 

    8 jenis apel yang diuji oleh BPOM Pekanbaru tersebut adalah Granny Smith 4139 USA warna Hijau dengan hasil negative. Apel Gala 4133 USA warna merah dengan hasil negative. Apel Gala 4133 USA warna merah dengan hasil negative. Saga Gala 4135 USA warna merah dengan hasil negative dan apel granny smith super fresh 4139 USA warna hijau dengan hasil negative.

    3 sample apel lainnya yang di uji dan belum ada hasilnya adalah apel granny smith 4139 warna hijau, Conrad dan adam fruit LLC USA warna merah dan Granny Smith 4139 USA warna hijau.

    "Saya rasa, ketiga sample apel yang belum ada hasilnya, juga negative. Karena memang sama saja asal dan kemasannya dengan sampel apel yang sudah diuji," kata Indra Ginting.

    Menurutnya, kakuatiran pemerintah pusat terhadap apel-apel yang beredar di Riau adalah apel Grannys best and big B asal Bidart Bros yang mengandung bakteri dan sudah ditarik dari peredaran pasar Malaysia.

    "Pemerintah mengkuatirkan adanya apel asal Bidart Bros yang diselundupkan dari Malaysia. Karena apel-apel itu sudah masuk dan beredar di Malaysia," terang Indra Ginting.

    Disinggung menghindari masuknya apel Grannys best and big B asal Bidart Bros, Indra Ginting itu merupakan tugas bersama. Jadi apel-apel Grannys best and big B asal Bidart Bros itu sudah ada kodenya.

    "Para pedagang perlu mengetahui kode apel asal Bidart Bros agar tidak membeli dan menjualnya kembali. Kitapun kalau nampak, sebaiknya segera melaporkan ke pemerintah terkait atau BPOM," himbau Indra Ginting.

    (H-We)
    IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
    Tags
    Komentar