Pelajar Diminta Waspada
Pensil Palsu Faber Castell Beredar di Pekanbaru
Rabu, 04 Februari 2015 16:54 WIB
PEKANBARU - Ratusan pensil 2B Faber Castell palsu marak beredar bebas di pasaran Kota Bertuah. Temuan ini sukses dibongkar jajaran Polresta Pekanbaru setelah melakukan penggeledahan dan penyitaan di Toko Koebang, Jalan Kopi No 9 Pasar Pusat Pekanbaru.
Penggeledahan itu juga dilakukan berkat pengaduan dari pihak PT Faber Castell International Indonesia yang merasa dirugikan dengan maraknya peredaran pensil palsu tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun menjelaskan, dari hasil penggeledahan, pihaknya menyita 72 kotak pensil palsu. Selain itu, petugas juga sudah memeriksa pemilik toko, H Muklis dan menetapkannya sebagai tersangka.
"Terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia (tersangka) mengakui kalau pensil palsu itu didapatkan dari seseorang, sejauh ini masih kita cari. Secara kasat mata pensil ini memang palsu. Kita juga akan membuktikan legalitas pensil-pensil ini," katanya, Rabu (04/02/15).
Meski terlihat sepele, namun Hariwiyawan menegaskan temuan ini tetap wajib diwaspadai, terutama oleh kalangan pelajar yang biasa menggunakan pensil tersebut ketika mengikuti Ujian Nasional (UN).
Jika tidak, akibatnya akan fatal. Siswa/i dipastikan tidak bakal lulus ujian karena jika memakai pensil 2B Faber Castell palsu, hasil ujian tidak dapat terbaca dalam mesin pemindai (scanner) yang dipergunakan dalam penilaian UN.
"Sangat sepele, tapi pensil 2B yang asli punya fungsi penting sebagai alat tulis yang dipakai siswa saat ujian. Ini harus dicermati karena dapat merugikan siswa. Untuk membedakan yang asli dan palsu, harus dilihat teliti dari fisik pensil," katanya.
"Pensil palsu memiliki kemasan printing buram dan kurang bagus, cetakan ujungnya kurang sempurna serta kualitas yang palsu juga sangat jelek. Harga yang asli Rp 32 ribu/kotak sedangkan yang palsu Rp 15 ribu/kotak," paparnya panjang lebar.
Sementara itu, PR Spv PT Faber Castell International Indonesia, Andri Kurniawan mengatakan selain beredar di Pekanbaru, ratusan pensil palsu tersebut ternyata juga dijual bebas hingga ke Yogyakarta dan Bandung. Untuk di Pekanbaru sendiri, toko yang diketahui menjual baru satu.
"Paling banyak ada di Bandung. Kami akan membantu kepolisian untuk membongkar toko-toko penjual pensil Faber Castell palsu ini," singkatnya.
(gas/gas)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Keberadaan KPAID Rokan Hulu Dipertanyakan
-
Hukrim
Direktur PT GTC Resmi Tersangka Atas Kasus Penipuan Travel Perjalanan Umroh
-
Hukrim
Demo Ratusan Mahasiswa Turunkan Jokowi-JK Berlangsung Ricuh di DPRD Riau
-
Hukrim
WN Malaysia Ditangkap Polisi Pekanbaru
-
Hukrim
Operasi Simpatik 2015 Libatkan 330 Petugas Gabungan
-
Hukrim
Penyidik KPK Periksa Empat Mantan Anggota DPRD Riau

