Bank Riau Kepri Taja Workshop Bahaya Kejahatan Perbankan
Selasa, 10 Maret 2015 15:00 WIB
PEKANBARU - Bank Riaukepri terus berusahaan menjadi perusahaan yang menjalin baik dengan pemerintahan, Senin (9/3) kemarin Bank Riaukepri mengadakan workshop penerapan anti pencucian uang (APU) dan pencegahan pendanaan terorisme (PPT).
Workshop kali ini mengambil tema "Peran Bank Dalam Mencegah Tindak Pidana Pencucian Uang Pendanaan Terorisme dan Kejahatan Perbankan".
Direktur Kepatuhan dan Managemen Risiko Bank Riaukepri Eka Afriadi menjelaskan, pengambilan tema kali ini untuk menghindari supaya Bank Riaukepri tidak dijadikan salah satu sasaran untuk mencucikan uang, serta mencagah adanya pendanaan terorisme serta kejahatan bank di Bank Riaukepri.
"Maka, kita berikan pelatihan kepada pimpinan dan direksi uantuk mengetahui tentang pencucian uang. Sehingga nanti Bank Riaukepri, salah satu bank kebanggan milik daerah dapat bersih dan tidak melanggar hukum," jelasnya.
Meski demikian, Eka Afriadi mengaku, Bank Riaukepri telah memiliki system yang dapat memantau proses pencucian uang yang dilakukan olen nasabah. Diantanya melalui transaksi yang mencurigakan dari profil nasabah waktu melakukan pendaftaran rekening atau penyetoran awal.
"Misalnya, pencucian uang dapat dilihat dari dari profil nasabah. Saat nasabah lakukan setoran awal dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Terus tiba-tiba dana yang dimiliknya bertambah drastic, sedang profil nasabah sepertinya tidak mungkin. Dengan kejadian seperti itu, kita akan melaporkan ke PPAT," contohnya.
Untuk mencegah pendanaan untuk terorisme sendiri, menurut Eka Afria, pihak Bank Riaukepri akan mendapat nama-nama terorisme dari PPATK. Sehingga pihaknya dapat mengenali sejak dini dari nama dan profil nasabah.
Workshop kali ini menhadirkan Ketua PPATK Muhammad Yusuf dan Widiarta Wahyu Pasha dari KPK sebagai nara sumber. Acara juga dihadiri Komisaris BRK Sarjono Amnan, seluruh direksi, pimimpinan cabang, pimpinan capem dan pimpinan kedai BRK.
(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

