Nelayan Rohil Bakar Dua Kapal Pukat Harimau Asal Sumut
Selasa, 10 Maret 2015 14:57 WIB
ROKAN HILIR - Dua buah kapal pukat harimau asal Sumatera Utara dibakar nelayan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir. Nelayan marah, karena kapal itu beroperasi di wilayah tangkapan nelayan tradisional.
Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Pasir Limau Kapas, Ucok, dihubungi melalui selulernya pukul 12.36 WIB untuk mengetahui perkembangan, mengatakan, kalau dua kapal tersebut sudah dibakar nelayan.
Pembakaran dilakukan 312 nelayan dari 52 kapal nelayan tradisonal, satu kapal nelayan sekira enam orang, dan tak bisa dibendung.
"Perkembangannya, udah dibaka duo-duonya dah (sudah dibakar keduanya, red). Tak bisa dibendung. Masyarakat terlalu ramai. 52 kapal, kali onam uyang, masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Ramli, Ketua HNSI Kabupaten Rokan Hilir mengatakan, kalau nelayan di Panipahan Rokan Hilir telah menangkap dua kapal pukat harimau di perairan Panipahan, pagi harinya.
Dia berharap, dua kapal tersebut diproses sesuai hukum berlaku, disita, sampai persidangan.
"Kalau itu memang terjadi, sesuai dengan KUHP, sesuai keputusan Kementrian Perikanan dan Kelautan, alat yang salah, disita, ditangkap, dan orangnya disidang, sesuai pasal berapa, ayat berapa nanti, pengadilan yang menentukan, diproses. Kalau kita, jangan ada sandiwara Dinas Perikanan itu melakukan sesuatu yang tidak benar," katanya sebelum terjadi pembakaran.
(nop/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Maritim
Ratusan Alumni Akademi Martim Indonesia Medan di Dumai Gelar Bukber
-
Maritim
Politeknik Negeri Bengkalis Resmi Miliki Kampus Jurusan Maritim
-
Maritim
Sukseskan Poros Maritim, Dumai Bakal Dapat Anggaran dari Pusat
-
Maritim
Industri Maritim Diuntungkan Fasilitas LNG Blok Masela
-
Maritim
Panglima Koarmabar Klaim Situasi Laut Indonesia Masih Aman
-
Maritim
Panglima Koarmabar Duga Perompakan Kapal MT Joaquim Sebuah Rekayasa

