Inflasi Cukup Tinggi, Pemkab Meranti Gesa Pembangunan Infrastruktur
Minggu, 25 Mei 2014 15:27 WIB
SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengaku tingkat inflasi di Kepulauan Meranti masih tinggi. Oleh karena itu untuk mengendalikannya, Pemkab terus gesa pembangunan infrastruktur dasar termasuk mengendalikan tingginya harga bahan bakar minyak (BBM).
"Banyak variabel yang mengakibatkan tingginya angka inflasi ini. Salah satunya harga jual BBM yang tinggi dapat berdampak pada cost transportasi orang maupun barang dari dan keluar Meranti," ungkap Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, akhir pekan ini kepada wartawan.
Menurut Bupati Meranti, kondisi ini di perparah dengan wilayah yang berpulau dan minim infrastruktur sehingga menjadi efek domino terhadap kenaikan harga barang lainnya.
"Inflasi ini berbahaya, karena dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di daerah. Maka dari itu, kita terus mengambil kebijakan yang tepat termasuk membentuk tim pengendali inflasi daerah (TPID)," kata Bupati Irwan.
Dijelaskan orang nomor satu di Kepulauan Meranti ini, ada suatu sistem yang kurang sehat di daerah ini yang memicu tingginya inflasi, seperti terjadinya kelangkaan BBM dan tingginya harga jual BBM.
Akibat kelangkaan dan tingginya harga jual BBM itu, lanjutnya, menyebabkan mahalnya biaya transportasi yang berimbas kepada nilai jual tinggi harga-harga kebutuhan pokok di pasaran, sehingga daya beli masyarakat menjadi turun.
"Harga terus naik sementara pendapatan masyarakat tidak seimbang, sehingga menurunkan daya beli masyarakat," jelasnya.
Menurutnya harus ada respon kebijakan dari Pemkab yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Misalnya, segera perlu ada perbaikan dan pembangunan infrastruktur di daerah untuk menunjang kegiatan distribusi antar daerah.
"Maka dari itu kita terus berupaya mengendalikan BBM di Meranti agar selalu tersedia dan terjangkau. Selain itu pembangunan berbagai infrastruktur seperti jalan, pelabuhan dan jembatan menjadi terobosan kita untuk menekan angka inflasi di Meranti," jelas Bupati Irwan.***(roy-fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

