Pemkab Bengkalis Terus Kembangkan Industri Kecil dan Menengah

    Sabtu, 06 Desember 2014 11:07 WIB
    BENGKALIS : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berupaya mengembangkan produk industri kecil dan menengah, termasuk makanan dan kerajinan. 

    Langkah ini sebagai upaya untuk memperkuat sendi perekonomian masyarakat sebagai pilar ekonomi daerah ini. Demikian disampaikan Wakil Bupati Bengkalis Suayatno ketika membuka Pekan Industri Makanan dan Kerajinan tingkat Kabupaten Bengkalis di Lapangan Tugu, Jumat (5/12/14). 

    Dikatakan Suayatno produk industri makanan dan kerajinan di daerah ini cukup banyak. Sayangnya, belum dikenal banyak orang terutama diluar daerah. 

    "Kondisi ini tentu menjadi sebuah tantangan bagi stakeholder untuk lebih intensif mempromosikan produk-produk industri makanan dan kerajinan, yang ada di Kabupaten Bengkalis. Keberadaannya harus dapat diangkat dan dijadikan ikon daerah ini," harap Suayatno. 

    Suayatno mengambil contoh, empek-empek yang dikenal seluruh penjuru nusantara. Produk makanan ini, menjadi ikon Palembang, begitu juga dengan dodol Garut. 

    "Ke depan, saya minta ada produk Kabupaten Bengkalis yang dapat dikenal seluruh masyarakat Indonesia bahkan negeri Jiran Malaysia. Misalnya, belacan Bengkalis, lempuk Bengkalis, dodol nanas Bengkalis dan lainnya," pinta Suayatno.

    Namun tak dipungkiri, sambung Suayatno, selama ini Kabupaten Bengkalis memiliki produk industri kerajinan yang mampu berbicara di level domestik. Seperti, tenun lejo, kerajinan dari Bukitbatu dan Meskom, yang mampu menangkat nama Kabupaten Bengkalis. 

    Untuk mewujudkan produk ikon Bengkalis perlu sinergitas antar instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi UMKM, Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, pihak swasta maupun pelaku usaha.

    "Saya minta kepada pelaku usaha untuk lebih kreatif dan inovatif agar produk yang dihasilkan mempunyai nilai tambah. Terlebih ditahun mendatang, akan diberlakukan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ditandai dengan masuknya berbagai produk dari negara-negara Asean," ungkap Suayatno. 

    Sambung Suayatno, terkait kebijakan MEA 2015, orang luar negeri seperti Thailand sudah belajar Bahasa Indonesia Untuk menguasai pangsa pasar Indonesia. Untuk itu pelaku usaha harus siap menghadapi persaingan global tersebut. Salah satu caranya, meningkat kualitas produk yang dihasilkan. 

    Pekan Industri Makanan dan Kerajinan ini berlangsung hingga 7 Desember mendatang dan diikuti pelaku usaha dari 8 kecamatan, lembaga/asosiasi usaha, lembaga perbankan, dan dunia usaha. Turut hadir Asisten I Amir Faisal, Kadisperindag Muhammad Fauzi, sejumlah kepala SKPD, dan camat.

    (der/der)
    IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
    Tags
    Komentar