• Home
  • Hukrim
  • 1001 Alasan Pemijat Mesum Berdatangan ke Pekanbaru

1001 Alasan Pemijat Mesum Berdatangan ke Pekanbaru

Selasa, 06 Juni 2017 16:42 WIB
Puluhan wanita pemijat dengan layanan plus mesum diamankan dari berbagai lokasi. Berbagai alasan mereka datang mengotori Kota Madani dengan pelacuran.
PEKANBARU - ‎Sungguh ironi, Kota Pekanbaru yang bervisikan kota yang smart city yang madani menjadi tujuan utama wanita-wanita pekerja seks komersial (PSK) untuk mangkal mencari nafkah untuk menghidupi anak dan keluarga di kampung halaman.

Salah satunya, Amel wanita yang masih belia ini nekat pergi ke Kota Pekanbaru cuma untuk menjadi seorang PSK. Alasannya cuma satu yakni mencari uang dikampung orang.

"Ya, cari uanglah bang, kalau kita kerja kayak gini dikampung sendiri kan malu," ujarnya sembari tersipu-sipu.

Berdasarkan pengakuannya, dirinya menetap di Kota Bertuah ini baru ‎berjalan empat bulan. Dan tingkal di Pekanbaru bersama teman-teman seprofesi di perumahan Arjuna Kelurahan Labuh Baru Kecamatan Payung Sekaki.

"Saya dari Cianjur bang, nekat aja datang kesini untuk cari uang bang" ungkapnya lagi sembari menggeraikan rambutnya yang pendek sebahu itu. 

Meskipun saat ini bulan ramadah, tidak membuat Amel dan teman-temannya tobat ataupun berhenti melakukan aktivitasnya memberikan layanan kepada pria hidung belang. Alasannya, justru selama bulan ramadhan dan meng‎hadapi lebaran kebutuhan semakin tinggi.

"Ya, kalau kami tutup kami makan apa, cuma ini yang bisa kami kerjakan, jadi jalani aja," ujarnya lagi.

Mahdalena berusia 21 tahun asal Jakarta salah satu PSK yang terjaring razia tim yustisi di jalan Fajar Kecamatan Payung Sekaki, perempuan berambut pirang ini mengaku telah meletakan tarif kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu kepada pelanggannya. 

"Ya, tadi saya ditangkap ketika memberikan layanan, tarifnya sebesar Rp 75 ribu selama satu jam," ujarnya. 

Ditanya keinginan untuk berhenti melakukan pekerjaan haram ini, ‎mereka masih kebingungan menjawabnya pasalnya saat ini untuk mencari pekerjaan sangatlah sulit. 

"Kalau cowok bisa jadi kuli ataupun buruh, tapi kami ini cewek bang, suami tak punya, keluarga jauh jadi apa yang bisa aja lagi," singkatnya.

Disisi lain, Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian sangat menyayangkan keberadaan mereka disini yang bekerja di tempat p‎ijit plus-plus. Ini adalah pekerjaan rumah Pemerintah Kota Pekanbaru untuk membasmi bisnis haram di kota smart city yang Madani ini.

"Intinya selama ramadhan ini adalah awalan bagi kita semua untuk menyetop bisnis tersebut, semoga dengan gencarnya tim yustisi menggelar razia bisa membuat efek jera kepada mereka," singkatnya. 

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Seksual
Komentar