AMAMAHU Minta Kejati Riau Tuntaskan Kasus Silpa APBD Inhu 2012
Rabu, 30 April 2014 13:51 WIB
PEKANBARU - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indragiri Hulu Bersatu (AMAMAHU) dan Gerakan Rakyat Tegak Keadilan (Gertak) Riau. Mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, menuntut pihak kejaksaan agar menangkap dan memenjarakan Sekdakab Indragiri Hului (Inhu), Raja Erisman.
Orasi unjuk rasa sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (30/4/14) pagi itu, massa AMAMAHU dan Gertak Riau, menyuarakan bahwa R. Erisman selaku Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Inhu diduga terlibat korupsi pada Silpa APBD Inhu tahun 2012 senilai Rp 2,8 miliar yang saat ini kasus mengendap di Kejari Rengat.
"Raja Erisman selaku Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Inhu diduga terlibat korupsi pada Silpa APBD Inhu tahun 2012 senilai Rp 2,8 miliar yang ditangani Kejari Rengat," kata Jeprizal, selaku korlap AMMAHU.
"Untuk itu, demi rasa keadilan dan respon kami selaku mahasiswa dan masyarakat, kami meminta agar Kejaksaan memenpenjarakan Sekdakab Inhu, R. Erisman jika terlibat kasus korupsi Silpa Inhu sesuai peraturan yang berlaku," teriaknya.
Selain itu, Jefrizal juga meminta Kejati Riau memantau kinerja Kejari Rengat, dan berharap Kejaksaan bisa membersihkan Inhu dari sarang koruptor.
"Jika tuntutan ini tidak ditanggapi oleh Kejaksaan, kami akan datang dengan massa yang lebih besar lagi. Tujuan kami agar Inhu bebas dari korupsi," ungkap Jefrizal.
Usai orasi, massa akhirnya ditemui Kasi Penkum Kejati Riau, Mukhzan SH, MH. Dihadapan demontran, Mukhzan berjanji menanyakan perkembangan dugaan korupsi Silpa APBD Inhu tahun 2012 yang diduga melibatkan R. Erisman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat.
"Aspirasinya kita terima, dan akan kita tanyakan ke Kejari Rengat, untuk mengetahui perkembangan penyidikannya," ujar Mukhzan. Namun, Mukhzan tidak bisa berjanji tenggat waktu dalam penyidikan kasus tersebut.
"Mohon dukungan dan kesabaran. Tapi kita tak bisa memberikan batas waktu kapan perkara ini bisa selesai ditangani Kejari Rengat. Karena kita butuh waktu," sebut Mukhzan. Usai mendapat penjelasan dan Kasi Penkum Humas Kejati Riau, akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.***(har)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

