• Home
  • Hukrim
  • Akhirnya, Jenazah Bocah 5 Tahun Tenggelam Ditemukan

Akhirnya, Jenazah Bocah 5 Tahun Tenggelam Ditemukan

Minggu, 27 Oktober 2013 17:24 WIB

PASIRPANGARAIAN - Jasad Balita perempuan berusia 5 tahun bernama Pipin, korban tenggelam di Sungai Batang Rokan, Dusun Tanjung Alam, Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (26/10/2013) pagi kemarin sudah ditemukan dalam keadaan meninggal, Ahad (27/10/2013) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

"Setelah dilakukan penyisiran sungai selama dua hari oleh tim dari Basarnas dan TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD Rokan Hulu dibantu masyarakat Tanjung Alam, bayi itu sudah ditemukan pagi tadi jam setengah sepuluh," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul Aceng Herdiana kepada riauterkinicom di ujung telepon, Ahad.

Aceng menjelaskan, jasad anak pasangan asal pulau Nias, Sumatera Utara, Iwan dan Lina yang kabarnya baru mualaf ditemukan tim pencari dibantu sekitar 50 penyelam tradisional di Tanjung Alam. Jasad ini ditemukan di tumpukan sampah dan kayu di tengah Sungai Batang Rokan.

"Jasadnya ditemukan sekitar 50 meter dari TKP. Ada sampah dan kayu yang nyangkut ditengah sungai. Setelah dibongkar ramai-ramai, mayatnya timbul ke permukaan air," ujar Aceng.

Dia mengatakan karena faktor cuaca dan peralatan, proses pencarian korban tenggelam yang tinggal di RW 05 RT 03, Dusun Tanjung Alam, sempat dihentikan pada Sabtu sore kemarin. Pencarian korban baru dilanjutkan Ahad pagi tadi.

Aceng mengaku salut dengan persatuan warga Tanjung Alam. Menurutnya, sekitar 50 warga disana, sejak kemarin hingga pagi, sudah membantu tim Basarnas dan TRC BPBD Rohul untuk mencari Balita yang tenggelam tersebut. "BPBD membutuhkan relawan-relawan tradisional seperti ini. Mungkin ke depan nanti, mereka akan dijadikan relawan. Kita akan inventarisir, siapa-siapa penyelam yang berpengalaman disana," jelasnya.

Menurut Aceng lagi, ternyata penyelam tradisional paling dibutuhkan setiap ada insiden orang tenggelam karena lebih profesional dan lebih menguasai medan. "Mereka beda dengan kita. Kalau Basarnas kan ada SOP (standart operasional prosedur). Jika satu menyelam, meski ada pendampingnya. Tapi intinya, kita sangat berterima kasih kepada tim Basarnas dan masyarakat setempat," kata Aceng lagi.

Untuk diketahui, Pinpin tenggelam di Sungai Batang Rokan saat ikut ibunya menyuci, Sabtu pagi kemarin. Pasca dia dimandikan sang ibu, korban dinaikan sang ibu ke atas. Diduga karena terpeleset, korban tenggelam di sungai tersebut dan baru Ahad pagi ditemukan.***(zal) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar