• Home
  • Hukrim
  • Apa Kabar Kasus Baju Batik Pemko Dumai?

Apa Kabar Kasus Baju Batik Pemko Dumai?

Sabtu, 12 Desember 2015 17:26 WIB
DUMAI - Kabar dugaan korupsi pada pengadaan baju batik untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Dumai, yang dulunya sempat santer dibicarakan kini entah bagaimana kelanjutnya.

Informasi yang berhasil dirangkum riauheadline.com, Sabtu (12/12/15), proses pengadaan baju batik untuk seluruh SKPD itu terjadi dugaan markup hingga mencapai ratusan juta rupiah yang didanai dari APBD Perubahan Tahun 2013 dengan total Rp 2,2 Miliar.

Bahkan kasus ini sudah ditangani Tim Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Sedikitnya sudah 30 orang dari 15 dinas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintahan kota Dumai, yang diperiksa.

"Sebanyak 30 orang saksi dari 15 SKPD yang kita periksa itu, beberapa di antaranya dari Dinas Pendidikan, Dinas PU, BKD dan dua pelaksana kegiatan pengadaan serta SKPD lainnya," ujar Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Yusuf Rahmanto kepada wartawan.

Yusuf menambahkan, dugaan korupsi pengadaan baju batik di lingkungan Pemko Dumai itu masih dalam penyelidikan pihaknya dan indikasi kerugian belum dihitung. Kemudian pihaknya juga sudah mengumpulkan dokumen. Dalam kasus itu ada sekitar 37 SKPD yang dimintai keterangan.

Namun, Yusuf mengaku akan bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk audit kerugian negaranya. "Kalau terkait kerugian negara, nanti kita koordinasi dulu dengan BPKP. Soalnya ini menyakut keuangan negara," ujarnya.

Peran Misterius Bunda Putri

Sebagai data tambahan, menariknya, dalam kasus dugaan korupsi pada pengadaan baju batik di lingkungan Pemko Dumai ini muncul sosok 'Bunda Putri' yang diduga sebagai aktor terwujudnya pengadaan baju batik. 

Siapakah sosok Bunda Putri ini sebenarnya, dan benarkah dia orang dekat penguasa. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, segelintir pejabat acap menyapa istri walikota dengan sebutan Bunda. 

Kabarnya, kata Bunda ini juga menjadi panggilan salah seorang tersangka saat bertemu istri walikota. Namun tidak jelas dengan pasti ada atau tidak kaitannya istri walikota dengan kasus korupsi ini. 

Begitu juga beberapa kepala dinas yang berhasil ditemui mengungkapkan sama, kecil kemungkinan istri walikota Dumai terlibat dalam beberapa dugaan kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani aparat hukum. 

Diharapkan, kepada media bisa memilah-milah dalam memberitakan kasus hukum yang unjung-ujungan menimbulkan efek keresahan masyarakat. 

"Menurut saya kemungkinan keterlibatan istri walikota dalam kasus ini sangat kecil sekali. Beliau itukan hanya ibu rumah tangga dan bukan atasan. Bagaimana mau terlibat dalam persoalan ini," kata seorang sumber yang namanya enggan disebutkan ini. 

Tidak itu saja, bunda putri sendiri nampakanya masih menjadi sosok yang misterius dikalangan publik dan aparat penegak hukum. Tapi, nama panggilan bunda putri ini masih menjadi suatu tanda tanya besar, benarkah mereka tidak mengenal siapa sosok misterius "Bunda Putri"?. 

Sosok "Bunda Putri" mulai mencuat namanya setelah digadang-gadangkan menjadi salah satu penerima setoran dari kasus dugaan korupsi Terminal Barang Dinas perhubungan (Dishub) Dumai dan pengadaan baju batik di lingkungan Pemko Dumai. 

Bahkan keberadaan bunda putri sendiri sangat berpengaruh dilingkungan Pemerintah Kota Dumai. Dia dikabarkan cukup memiliki wewenang dalam penempatan pejabat struktural di pemerintahan Kota Dumai. 

Tidak segan-segan, Bunda Putri ini akan menyingkirkan bagi pimpinan SKPD yang tidak mengikuti aturan mainnya. Namun demikian, berhasilkah aparat hukum mengungkap siapa sebanarnya bunda purti di kasus pengadaan baju batik ini. 

Secara terpisah, Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Kota Dumai, H Armidi, SH mengatakan, beberapa hari belakangan ini kembali muncul nama Bunda Putri dari dugaan korupsi pengadaan baju batik di masing-masing SKPD Pemko Dumai. 

"Kami meminta aparat penegak hukum baik jaksa dan polisi harus segera melakukan pengembangan. Kita juga penasaran, siapa sosok Bunda ini sebenarnya? Kok sampai nama ini terus muncul pada setiap kasus hukum," ujarnya singkat.

(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Korupsi
Komentar