Razia Berantas Narkoba Kampung Dalam Pekanbaru
Aparat Gabungan Amankan CCTV dan Temukan Oknum Polisi Positif Narkotika
Sabtu, 10 Oktober 2015 20:31 WIB
PEKANBARU - Razia yang digelar Polresta dan BNNP Riau di Kampung Dalam,Sabtu (10/10/2015), petugas gagal mendapatkan barang bukti narkoba di rumah yang dicurigai, Cuma cctv dan televisi yang diamankan.
Diamankannya dua alat elektronik itu, karena diduga menjadi alat untuk memata-matai petugas yang akan melakukan penangkapan.
"Kita mengamankan beberapa barang bukti CCTV dan juga TV yang digunakan pelaku untuk memantau disekitar rumahnya.Bahkan pelaku sendiri telah membuat tempat pelarian saat berada dirumah dengan banyaknya pintu rahasia," terang Kapolres.
Razia yang dilakukan sekitar 30 menit lamanya, cukup menjadi pusat perhatian warga yang penasaran atas aksi Kepolisian Polresta Pekanbaru. Diduga dalam razia tersebut pelaku berhasil melarikan diri dan karena pada razia ini polisi tidak berhasil mendapatkan barang bukti.
Oknum Polisi Positif Narkotika
Operasi penggerebekan Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Senapelan dalam rangka pemberantasan narkotika masih berlangsung sore ini.
Satu-per satu rumah dan bangunan yang dcurigai sebagai tempat bandar atau tempat mengkonsumsi narkotika digerebek oleh Polresta Pekanbaru yang kini dipimpin langsung Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs Aries Syarief Hidayat MM.
Salah satu hasil penggerebekan itu, tim yang terdiri dari Polresta, Brimob Polda Riau, BNN dan Den POM TNI menemukan salah satu oknum anggota polisi yang bertugas di salah satu polsek di Pekanbaru positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.
Sang polisi yang berinisial Brigadir DA itu kepergok sedang keluar dari salah satu rumah. Ketika diperintahkan untuk tes urine ternyata dia positif narkotika. Brigadir DA kemudian dibawa ke Polresta Pekanbaru.
Dari pantaun wartawan di lapangan, rumah-rumah bandar narkotika seperti seorang perempuan berinisial Nl, At dan AM semuanya dalam keadaan kosong. Bahkan rumah Nl terlihat dilengkapi CCTV sehingga cukup dapat memantau apa yang ada di luar rumah.
Selain itu, aparat juga mengamankan beberapa orang untuk dilakukan pemeriksaan. Belum diperoleh kesimpulan berapa orang yang positi narkotika karena semuanya masih dalam proses.
Masyarakat Berhamburan
Razia yang dilakukan secara mendadak oleh Polresta Pekanbaru membuat warga Kampung Dalam berhamburan keluar, dan sekitar dua puluh tiga masyarakat biasa positif menggunakan barang haram diamankan.
"Mereka yang dicurigai langsung kita amankan di Kantor BNN dan dites urine dilokasi razia,"kata Kapolres.
Selain melakukan razia, anggota Kepolisian yang dibantu TNI juga melibas beberapa rumah bandar narkoba yang berinisial WL. Cuma, Kepolisian tidak mendapatkan apa-apa dalam penggrebekan tersebut.
"Kita mengamankan beberapa barang bukti CCTV dan juga TV yang digunakan pelaku untuk memantau disekitar rumahnya.Bahkan pelaku sendiri telah membuat tempat pelarian saat berada dirumah dengan banyaknya pintu rahasia," terang Kapolres.
Razia yang dilakukan sekitar 30 menit lamanya, cukup menjadi pusat perhatian warga yang penasaran atas aksi Kepolisian Polresta Pekanbaru. Diduga dalam razia tersebut pelaku berhasil melarikan diri dan karena pada razia ini polisi tidak berhasil mendapatkan barang bukti.
"Memang kali ini kita tidak mendapatkan apa-apa, tetapi dalam razia ini kita akan terus melakukannya," tutup Kapolresta Pekanbaru.
(rdk/rpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
F1QR Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu 5,404 KG dari Malaysia
-
Hukrim
KPPBC Dumai Amankan Tersangka dan 19.516 Butir Ekstasi dari Malaysia
-
Hukrim
Inilah Fakta Anak Lilis Karlina yang Masih Kecil Jadi Bandar Narkoba
-
Hukrim
BNN Tangkap Oknum Polisi dan Warga Sipil Bawa 50 Kilogram Narkoba di Dumai
-
Bengkalis
Bupati Bengkalis Buka Seminar Kebangsaan Peringatan Hari Anti Narkoba

