• Home
  • Hukrim
  • Azwan: Kening Saya Luka Dipukul Polisi

Azwan: Kening Saya Luka Dipukul Polisi

Selasa, 04 November 2014 16:44 WIB
Klarifikasi Azwan, Korlap Formatur, Kening Saya Luka Dipukul Polisi, Bukan Terbentur Aspal
PEKANBARU : Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Front Mahasiswa untuk Rebut Minyak Riau (Formatur) Azwan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan, Senin (3/11/14). 

Dalam berita disebutkan kepala Azwan mengucurkan darah setelah terjadi penghadangan oleh polisi terhadap sekitar 50 aktivis Formatur di kantor SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di Gedung Perkantoran Surya Dumai Pekanbaru, kemarin. 

Sementara polisi terus menghadang. Aksi saling dorong pun tak terelakkan terjadilan insiden seorang pendemo terpelanting saat didorong dengan kuat oleh aparat. Ia kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh dengan kepala terhempas di aspal. 

"Luka di kepala saya kemarin bukan karena terbentur aspal, tetapi dipukul polisi. Waktu itu kondisi tidak kondusif lagi. Saya mencoba menenangkan teman-teman. Tetapi secara tiba-tiba ada polisi yang memukul kepala saya. Seketika saya pusing,'' tuturnya.  

Serta merta, tambah Azwan, dia memang menjatuhkan badan. Apalagi ketika tahu darah bercucuran dari kening. 

"Setelah jatuh ke aspal pun saya masih diinjak-injak oleh oknum polisi. Atas kejadian itu saya sudah mengambil visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau,'' ucapnya. 

Diakui Azwan, semula dirinya berencana untuk melaporkan oknum polisi yang telah memukul dirinya. Tetapi terkesan, pihak Polsek Pekanbaru Kota dan Polresta mempersulit dirinya mendapatkan surat pengantar untuk mengambil hasil visum tersebut. 

Kendati dirinya dan 2 mahasiswa lain telah menjadi korban pemukulan oleh oknum polisi namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk kembali turun ke jalan. 

Menuntut pengelolaan Ladang Minyak Blok Kampar diserahkan kepada Pemkab Pelalawan dan Indagiri Hulu dengan didukung Pemprov Riau. 

Kecuali itu mereka juga berjuang menolak dilakukan lelang terbuka terhadap Blok Kampar. Terakhir, menolak keberadaan PT Medco di Riau serta kembali mengelola Blok Kampar.

(son/red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar