• Home
  • Hukrim
  • BEM UR Duduki Pintu Masuk Chevron, BEM UIN Geruduk DPRD Riau

Demo Lengserkan Jokowi-JK

BEM UR Duduki Pintu Masuk Chevron, BEM UIN Geruduk DPRD Riau

Selasa, 01 September 2015 20:04 WIB
PEKANBARU - Sekitar 300 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR), Selasa sore (1/9/15), menggelar aksi bakar ban bekas di gerbang masuk Komplek PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Rumbai.

Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan dan protes terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak mampu stabilitaskan nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan kurs asing lainnya, yang berdampak terpuruknya perekonomian Indonesia.

"Kita mendesak Presiden Jokowi untuk menstabilkan perekonomian Indonesia, dan menasionalisasikan aset aset asing yang ada. Jika dalam waktu 3 kali 24 jam, tuntutan kami tidak digubris, kami akan turun lagi ke sini dengan jumlah massa yang lebih besar lagi," tukas Andres Fransiska, Presiden Mahasiswa UR dalam orasinya.

Dikatakannya, jika Presiden Jokowi tidak mampu memulihkan perekonomian nasional, mahasiswa Riau siap melengserkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dari kursi kekuasaannya. Saat ditanya mengapa aksi tersebut digelar di gerbang pintu masuk PT CPI, Andres menegaskan aksi itu sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap penjajahan negara asing.

Rusak Pintu Masuk Ruang Paripurna

Sedangkan disisi lain aksi demo juga dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Itu terbukti dari turunnya Kurs Rupiah yang membuat ratusan massa yang tergabung dalam BEM UIN Suska Riau gelar aksi di DPRD Riau. Dalam aksinya, massa sempat merusak pintu masuk ruang paripurna DPRD Riau. 

"‎Saat ini, kurs rupiah turun drastis bahkan terburuk kedua di Asia, perekonomian terpuruk, serapan anggaran negara rendah. Presiden dan wakilnya membuat kebijakan yang tidak pro rakyat," kata Muhammad Yunus, Koordinator Lapangan saat menyampaikan orasinya, Selasa (01/09/15). 

Atas berbagai persoalan yang mendera negeri ini, pihaknya menuntut, Stabilitas Perekonomian Nasional dan Kurs Rupiah, Turunkan Harga Sembako dan BBM, Menolak Tenaga Asing, Membangun Kehidupan Multikulturalisme Sesuai Semboyan Bangsa Indonesia, Nasionalisasi Aset Bangsa. 

"Jika Presiden dan wakilnya (Jokowi dan Jusuf Kalla) tidak mampu menyelesaikan persoalan bangsa sesuai dengan janji visi misinya, maka kami BEM UIN atas nama rakyat Indonesia menuntut mundur Jokowi dan Jusuf Kalla dari kursi presiden dan wakil presiden," ungkapnya.‎ 

Sementara itu, Noviwaldy Jusman, Wakil Ketua DPRD Riau menyayangkan sikap para pendemo yang merusak pintu masuk ruang paripurna DPRD Riau.‎ Ia berharap, ke depannya tidak ada lagi pendemo yang mencoba merusak fasilitas negara yang ada di DPRD Riau. 

"Tentunya kita mengapresiasi segala tuntutan mereka. Apalagi yang seperti ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemimpinnya," tutup politisi Demokrat ini.‎ Dalam kesempatan tersebut, massa pun sempat menggelar rapat paripurna dengan agenda pemakzulan Jokowi dan Jusuf Kalla.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags JokowiJokowi-JK
Komentar