- Home
- Lingkungan
- BPBD Dumai: Hasil Deteksi Satelit NOAA Ada Dua Titik Karhutla
BPBD Dumai: Hasil Deteksi Satelit NOAA Ada Dua Titik Karhutla
Selasa, 01 September 2015 19:53 WIB
DUMAI - Bedasarkan data Badan Penanggulang Bencanan Daerah (BPBD) Kota Dumai dari Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) terdapat dua titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah ini hingga menimbulkan kabut asap tipis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Tengku Izmet, mengatakan pantauan Satelit NOAA dan pantauan langsung dilapangan oleh petugas BPBD Kota Dumai, terdapat dua titik Karhutla yang terjadi di Kota Dumai tepatnya di Kecamatan Sungai Sembilan.
Menurut Izmet, kedua titik lokasi Karhutla yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan tersebut sangatlah sulit untuk dijangkau, sehingga membuat personil dilapangan mengalami kesulitan yang cukup pelik untuk memadamkan api dilokasi kebakaran tersebut.
"Akses menuju ke lokasi membuat petugas kita cukup kewalahan dalam memadamkan api. Sehingga kami terpaksa meminta bantuan kepada Provinsi untuk dapat membantu memadamkan api tersebut dengan melakukan Water Bombing," pintanya, Selasa (1/9/15).
Dijelaskannya, pada kesempatan sebelumnya pihaknya juga sudah mengerahkan satu Unit Damkar, tapi justru terpuruk karena lokasi kebakaran merupakan lahan gambut dan sangat sulit untuk dilalui mobil. "Ya ampun sulit kali jalannya menuju lokasi itu," kata pria berkumis tersebut.
Kata dia, lokasi Karhutla tersebut merupakan lahan gambut dan hutan sepenuhnya, dan hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut dan siapa pemilik lahan tersebut. Sebab, sampai kini belum dapat diketahui pasti berapa Hektar lahan yang terbakar.
"Kita tidak tahu siapa pemilik lahan itu dan apa penyebabnya lahan itu bisa terbakar. Sehingga hari ini (Selasa, red) petugas kami kembali diturunkan kelapangan guna meninjau secara langsung ke lokasi kebakaran tersebut," ungkap Kepala BPBD Kota Dumai, kepada awak media.
Tak hanya itu, Izmet juga meminta dan menghimbau kepada seluruh Perusahaan yang berada dan berdiri dikawasan Kecamatan Sungai Sembilan untuk dapat membantu memadamkan api di kawasan tersebut, karena dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla tersebut telah membuat kondisi udara Kota Dumai kurang baik karena tertutup kabut asap.
"Besok rencananya kami akan kembali membagi-bagikan masker kepada pengendara bermotor yang akan dipusatkan ditiap-tiap persimpangan empat lampu merah dan juga akan membagikan masker ke sekolah. Hal tersebut tentunya guna membantu masyarakat menjaga kesehatan," tutupnya.
Pantauan dilapangan, kendati sudah memasuki waktu siang dan sore hari, kabut asap yang menyelimuti Kota Dumai masih sangat jelas terlihat dan dirasakan. Bahkan semakin menebal saja, sehingga membuat jarak pandang pengendara terganggu dan membuat saluran pernafasan merasa sesak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Tengku Izmet, mengatakan pantauan Satelit NOAA dan pantauan langsung dilapangan oleh petugas BPBD Kota Dumai, terdapat dua titik Karhutla yang terjadi di Kota Dumai tepatnya di Kecamatan Sungai Sembilan.
Menurut Izmet, kedua titik lokasi Karhutla yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan tersebut sangatlah sulit untuk dijangkau, sehingga membuat personil dilapangan mengalami kesulitan yang cukup pelik untuk memadamkan api dilokasi kebakaran tersebut.
"Akses menuju ke lokasi membuat petugas kita cukup kewalahan dalam memadamkan api. Sehingga kami terpaksa meminta bantuan kepada Provinsi untuk dapat membantu memadamkan api tersebut dengan melakukan Water Bombing," pintanya, Selasa (1/9/15).
Dijelaskannya, pada kesempatan sebelumnya pihaknya juga sudah mengerahkan satu Unit Damkar, tapi justru terpuruk karena lokasi kebakaran merupakan lahan gambut dan sangat sulit untuk dilalui mobil. "Ya ampun sulit kali jalannya menuju lokasi itu," kata pria berkumis tersebut.
Kata dia, lokasi Karhutla tersebut merupakan lahan gambut dan hutan sepenuhnya, dan hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut dan siapa pemilik lahan tersebut. Sebab, sampai kini belum dapat diketahui pasti berapa Hektar lahan yang terbakar.
"Kita tidak tahu siapa pemilik lahan itu dan apa penyebabnya lahan itu bisa terbakar. Sehingga hari ini (Selasa, red) petugas kami kembali diturunkan kelapangan guna meninjau secara langsung ke lokasi kebakaran tersebut," ungkap Kepala BPBD Kota Dumai, kepada awak media.
Tak hanya itu, Izmet juga meminta dan menghimbau kepada seluruh Perusahaan yang berada dan berdiri dikawasan Kecamatan Sungai Sembilan untuk dapat membantu memadamkan api di kawasan tersebut, karena dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla tersebut telah membuat kondisi udara Kota Dumai kurang baik karena tertutup kabut asap.
"Besok rencananya kami akan kembali membagi-bagikan masker kepada pengendara bermotor yang akan dipusatkan ditiap-tiap persimpangan empat lampu merah dan juga akan membagikan masker ke sekolah. Hal tersebut tentunya guna membantu masyarakat menjaga kesehatan," tutupnya.
Pantauan dilapangan, kendati sudah memasuki waktu siang dan sore hari, kabut asap yang menyelimuti Kota Dumai masih sangat jelas terlihat dan dirasakan. Bahkan semakin menebal saja, sehingga membuat jarak pandang pengendara terganggu dan membuat saluran pernafasan merasa sesak.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

