• Home
  • Hukrim
  • BNN Riau Musnahkan Sabu 3Kg dan 1.563 Butir Ekstasi

BNN Riau Musnahkan Sabu 3Kg dan 1.563 Butir Ekstasi

Kamis, 31 Maret 2016 19:15 WIB
PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau memusnahkan sabu-sabu seberat 3,06 kilogram dan 1.563 butir ekstasi merek Mitsubishi hasil pengungkapan yang dilakukan dari enam orang tersangka.

"Barang bukti yang dimusnahkan ini adalah hasil pengungkapan petugas di Pekanbaru dan Kampar," kata Kabid Pencegahan dan Penindakan BNNP Riau AKBP Haldun kepada Antara di Pekanbaru, Kamis seperti dikutip AntaraRiau.

Pada pemusnahan yang dilakukan di Kantor BNNP Riau di Jalan Pepaya Kota Pekanbaru, tersebut menghadirkan langsung keenam tersangka yang terdiri dari empat wanita dan dua pria. Terllihat sabu-sabu yang dibungkus dalam tiga paket besar itu dimusnahkan dengan cara dilarutkan dalam air. 

Sementara ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender bercampur dengan air sebelum akhirnya dibuang ke got. Enam tersangka tersebut merupakan jaringan pengedar narkoba di Riau yang dikendalikan seorang napi di Lapas Pekanbaru. 
 
Mereka diamankan pada Kamis (17/3) dan Jumat lalu (18/3). Empat tersangka wanita itu masing-masing bernisial Nd, Wi, In dan Ay. Keempatnya wanita berusia 21-25 tahun itu diketahui sebagai kaki tangan Napi narkoba berinisial RN.

Haldun mengatakan proses penyelidikan terhadap seluruh tersangka tersebut terus berjalan. "Untuk tersangka RN, masih disini. Kita tetap proses hukum," ujarnya.

Haldun menjelaskan bahwa peredaran narkoba yang dikendalikan dari Lapas tersebut disebabkan beberapa faktor. "Contohnya, satu Lapas hanya ada delapan petugas yang menjaga ribuan Napi dan tahanan. Jumlah itu sangat tidak seimbang," ujarnya. 
 
Selain itu, modus pelaku yang mengontrol peredaran narkoba dengan menggunakan telepon seluler turut menjadi perhatian BNN Riau. "Kita telah koordinasikan dengan Kanwil Kemenkumham untuk terus menindak hal itu," urainya.

Terkait maraknya sabu-sabu yang masuk ke Kota Pekanbaru, Haldun kembali mengatakan keterbatasan personil dan peralatan menjadi kendala untuk meminimalis masuknya barang haram itu. 

"Fenomena masuknya narkoba, pelabuhan banyak, personil baik BNN dan Polri terbatas. Daratan juga panjang dan kita tidak bisa mengawasi 24 jam, disamping itu kita tidak dilengkapi IT untuk mendeteksi pergerakan mereka," ujar Haldun.

Namun begitu, ia tetap bertekad untuk terus memberantas narkoba terutama pada Ops Bersinar 2016 ini. 

(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags BNNNarkoba
Komentar