Cari Petunjuk Baru, Polisi Bongkar Kuburan Robi Dzaki Setiawan
Kamis, 17 September 2015 19:59 WIB
PEKANBARU - Peristiwa penganiayaan disertai penusukan yang menyebabkan tewasnya Robi Dzaky Setiawan (21) di depan gerbang Bandara SSK II Pekanbaru, Kamis (10/09/15) dinihari pekan lalu masih menjadi misteri yang terus diselidiki polisi.
Untuk mencari tambahan petunjuk baru dalam penyelidikan atas kejadian berdarah tersebut, tim Polsek Bukit Raya bersama Bid Dokkes Polda Riau terpaksa membongkar makam korban untuk keperluan otopsi, Kamis (17/09/15).
Pembongkaran makam korban yang terletak di Jalan Persawahan, km 8, Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar tersebut disaksikan pula oleh pihak keluarga dan kuasa hukum yang bersangkutan. Menurut Kuasa Hukum korban, Ivan Rivky, otopsi yang dilaksanakan oleh tim Bid Dokkes Polda Riau sendiri memang merupakan permintaan pihak keluarga alrmarhum.
"Otopsi sangat penting dan harus dilakukan, apalagi peristiwanya pembunuhan. Kami juga menemukan banyak kejanggalan pada jenazah almarhum sebelum dulu dikebumikan. Ada banyak lubang bekas tusukan di perut almarhum, termasuk sayatan benda tajam di punggungnya," jelasnya.
"Kemungkinan almarhum dianiaya dan ditusuk oleh lebih dari satu orang dengan menggunakan lebih dari satu jenis senjata tajam. Untuk itulah kami butuh kepastian tersebut melalui otopsi," kata Ivan ketika berbincang dengan wartawan.
Ia menceritakan pula, kejanggalan lain dalam kejadian tewasnya warga Peputra Blok U No 248, Desa Tanah Merah, Siak Hulu tersebut salah satunya yakni menghilangnya saksi mahkota yang malam itu ikut mengantarkan jenazah korban ke RS Mesra dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy milik korban.
Saksi tersebut juga sempat mengatakan jika korban masih hidup saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun begitu tiba di rumah sakit, korban ternyata sudah tidak bernyawa lagi.
"Sekarang dia (saksi mahkota) hilang ntah kemana. Pakaiannya dan pakaian korban yang terdapat noda darah juga hilang tanpa bekas," bebernya.
Dilokasi yang sama, ayah korban, Muslim (47) hanya berharap polisi bisa segera menangkap pelaku pembunuh anaknya.
Kepada wartawan, Muslim menuturkan, malam itu ia sendiri tak mengetahui kemana dan dengan siapa anaknya pergi sebelum akhirnya tewas dianiaya dan dibunuh. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi menegaskan penanganan perkara kematian korban sepenuhnya telah diserahkan ke Mapolsek Bukit Raya.
"Sewaktu dikebumikan pekan lalu, jenazah korban hanya divisum di bagian luar. Sehingga kita kekurangan bukti-bukti. Sebelum dilimpahkan ke kita (Polsek Bukit Raya), perkaranya juga sempat ditangani oleh Polsek Siak Hulu. Mudah-mudahan melalui otopsi ini kita mendapatkan petunjuk baru untuk mempermudah penyelidikan dan mengungkap pelakunya," tutupnya.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Polisi Tangkap Tahanan Kabur saat Jualan Narkoba di Duri
-
Hukrim
Polda Riau Tangkap Buruh Bulog saat Transaksi 15 Kilogram Daun Ganja
-
Hukrim
Kepolisian di Riau Lakukan Patroli Skala Besar Antisipasi Teror
-
Hukrim
Arahan Dirlantas Polda Riau Atasi Arus Balik dari Sumbar
-
Hukrim
Polda Riau Tangkap Dua Tersangka Narkoba Dalam Kue Brownies

