Cegah ISIS, Imigrasi Dumai Perketat Pembuatan Paspor
Minggu, 29 Maret 2015 17:18 WIB
DUMAI - Kantor Imigrasi Kota Dumai, mengawasi secara ketat dan teliti para pemohon pembuatan paspor guna mencegah penyebaran paham radikal Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.
Kepala Imigrasi Dumai Budiman, menyatakan kebijakan ini menyusul petunjuk edaran Kementrian Hukum dan HAM yang meminta seluruh imigrasi agar meningkatkan pengawasan dalam proses kepengurusan permohonan paspor, baik warga negara indonesia maupun asing.
"Sejak ada keresahan penyebaran ISIS di Indonesia, Imigrasi akan intensifkan pengawasan dalam proses pengurusan permohonan paspor, terutama untuk tujuan negara di timur tengah," kat Budiman, kepada riauheadline.com , Ahad (29/3/15).
Dia menjelaskan, dalam proses pengurusan paspor, petugas imigrasi akan mempertanyakan kepada pemohon terkait asal, tujuan, keperluan dan jenis traveling perjalanan yang digunakan serta lain sebagainya.
Petugas Imigrasi juga akan mengecek kelengkapan berkas permohonan dan identitas pemohon serta melakukan penilaian perilaku untuk melihat gerak tubuh apakah mencurigakan atau tidak.
"Salah satu proses pengurusan paspor yang akan diperketat ialah tahap wawancana kepada pemohon, karena kita diminta untuk mengawasi kemungkinan ada anggota atau simpatisan ISIS," terangnya.
Jika dalam proses wawancara tersebut melihat ada kecurigaan, maka Imigrasi berhak untuk melakukan penundaan atau penghentian pembuatan paspor.
Peningkatan pengawasan pembuatan paspor, sebutnya, akan terus dilakukan mengingat pemerintah telah menolak dan melarang paham ISIS karena bertentangan dengan ideologi pancasila.
Sementara, Kepolisian Resort (Polres) Dumai juga melakukan langkah antisipasi penyebaran paham ISIS dengan sosialisasi dan sebar brosur kewaspadaan terhadap gerakan ini ke tengah masyarakat.
Kasat Binmas Polres Dumai AKP Hotmartua Ambarita menyebutkan, meski Dumai saat ini belum tercium ada pergerakan gerakan Isis, namun kepolisian tetap mencegah dengan sosialisasi dan fokuskan perhatian ke beberapa daerah dianggap rawan.
"Wilayah pinggiran jadi perhatian kita karena rekrutmen kelompok ISIS biasanya daerah yang jauh dari pusat perkotaan, dan kepolisian terus gencarkan sosialisasi ke masyarakat supaya tidak bergabung dengan ajaran yang dilarang pemerintah ini," pungkasnya.
(dul/dul)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kejari Dumai Musnahkan Barang Bukti Hasil Penanganan Perkara 2017
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Lingkungan
Ratusan Anggota TNI-Polri Bersih-bersih Kampung Dalam Dumai
-
Hukrim
Penjual Martabak Tewas Mengenaskan Dalam Ruko di Dumai

