Darurat Narkoba, Kapolda Riau Diminta Bangun Mako Polair di Bengkalis
Minggu, 09 April 2017 18:42 WIB
BENGKALIS - Sejumlah elemen mendesak Kapolda Riau merealisasikan keinginan masyarakat dan Pemkab Bengkalis, membangun Mako Pol Air di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Tertangkapnya pelaku narkotika dengan barang bukti sabu dan pil ektsi bernilai ratusan miliar menjadi bukti rawannya perairan Bengkalis.
Seperti disampaikan tokoh masyarakat Bantan, Sobirin SH, Minggu (9/4). Menurutnya, membangun Mako Pol Air di Bengkalis atau menambah jumlah personil adalah sebuah keniscyaan.
Mengingat, fakta-fakta lapangan yang terungkap selama ini, dan terbaru kasus tertangkapnya kurir sabu dan ekstasi di Siak, ternyata barang tersebut berasal dari ER warga Jangkang Bantan.
"Perairan Bengkalis sangat luas, sangat tidak memungkinkan hanya "dijaga" oleh sekitar 20-an personil Pol Air Polres Bengkalis. Kekuatannya harus ditambah dan kami mendukung dibangunnya Mako Pol Air Polda Riau di Bengkalis," ujar Sobirin.
Selain wilayah perairan Bantan, perairan Rupat juga menjadi pintu masuk narkotika dan turunannya ke Riau dan Indonesia umumnya.
"Terserah di mana mau didirikan Mako Pol Air-nya, di Bantan ata di Rupat atau di wilayah Bukit Batu. Kami sangat-sangat berharap pak Kapolda merealisasikan keinginan masyarakat Bengkalis," harap Sobirin.
Ungkapan senada disampaikan Jefri SP.dI. Pendidik di Kecamatan Rupat ini juga ikut prihatin maraknya peredaran narkoba khsusnya di wilayah pulau Rupat. Ditengarai, barang haram tersebut dipasok dari negara tetangga Malaysia melalui pelabuhan tikus yang ada di pulau tersebut.
"Perairan Rupat sangat luas, sangat tidak memadai kalau hanya diawasi oleh beberapa personil Pol Air Polres saja, apalagi dengan sarana sangat terbatas. Untuk itu, kami juga mendukung dibangunnya Mako Pol Air Polda Riau di Bengkalis, dengan harapan kejahatan narkoba dan perkara ilegal lainya bisa dibasmi," harap Jefri.
BNK Segera Bergerak
Sementara itu salah seorang tokoh muda Bengkalis, Agustiawan berharap Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bengkalis, harus ikut berperan meminimalisir masuk dan beredarnya barang barang haram tersebut di Kabupaten Bengkalis. Program Satgas Anti Narkoba di seluruh desa yang digagas ketua BNK Bengkalis dinilai sangat tepat.
"Meski katanya BNK terkendala dana, saya yakin pemerintah bersama DPRD akan sangat mendukung jika program ini dijalankan. Jika perlu, kami bersama elemen lainnya akan bersama-sama mengingatkan pemerintah dan DPRD, betapa perlunya pembentukan Satgas Narkoba ini," sebut Agus.
Agus juga menyampaikan keprihatinannya, terkait banyaknya para tahanan narkoba di Lapas Kelas II Bengkalis. Dikatakan, saat ini sektar 60-70 persen penghuni Lapas Bengkalis adalah mereka yang tersangkut perkara narkoba dan mereka mayoritas para anak muda.
"Mari bersama perangi narkoba, selamatkan generasi muda Bengkalis, selamatkan genarasi bangsa. Yakin, kita mampu berbuat sesuai kemampuan dan kewenangan kita masing-masing," harapnya.
(der/rgc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
F1QR Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu 5,404 KG dari Malaysia
-
Hukrim
KPPBC Dumai Amankan Tersangka dan 19.516 Butir Ekstasi dari Malaysia
-
Hukrim
Inilah Fakta Anak Lilis Karlina yang Masih Kecil Jadi Bandar Narkoba
-
Hukrim
BNN Tangkap Oknum Polisi dan Warga Sipil Bawa 50 Kilogram Narkoba di Dumai
-
Bengkalis
Bupati Bengkalis Buka Seminar Kebangsaan Peringatan Hari Anti Narkoba
-
Hukrim
Kapolda Riau Minta Jajaran Tindak Tegas Bandar Narkoba

