Dewan Desak Gubernur Riau Jawab Tudingan Pelecehan Seksual
Senin, 08 September 2014 15:08 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau, Annas Maamun, sampai saat ini masih bungkam atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan. Sejumlah anggota DPRD Riau pun mendesak Annas menjawab pertanyaan publik mengenai kebenaran dugaan itu.
"Sebaiknya Gubernur Riau menjelaskan kepada masyarakat terkait pelecehan seksual agar semua bisa jelas," kata anggota DPRD Riau dari Partai PDI-Perjuangan, Zukri, seperti dikutip dari Okezone, Senin (8/9/2014).
Hal senada juga diungkapkan anggota dewan lainnya Marwan Johanes. Menurut Marwan, jabatan gubernur adalah marwah daerah, sehingga dugaan pelecehan seksual itu harus dijelaskan secara gamblang. Namun ia berharap, kasus itu tidak dipolitisi.
"Saya setuju jika Gubernur Riau menjelaskan secara langsung terkait hal tersebut. Tapi saya juga meminta agar kasus ini tidak dipolitisasi dan biarkan hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku," tukas anggota DPRD dari Partai Gerindra itu.
Sebagai anggota dewan, keduanya setuju dengan usulan interpelasi atas kasus itu. Namun karena anggota dewan Riau baru saja dilantik, proses interlepasi pasti membutuh waktu lama.
"Karena kami baru dua hari lalu dilantik dan belum membentuk fraksi dan komisi jadi saya belum bisa bicara banyak terkait interpelasi. Nanti akan ada komisi yang menanganinya dan ada mekanismenya. Tapi menurut saya, dewan harus satu suara agar gubernur menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi," timpal Zukri.
Annas Maamun dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh seorang wanita berinisial WW pada akhir Agustus lalu. WW mengaku dipaksa memegang kemaluan Ketua DPD I Partai Golkar itu saat berkujung ke rumah pribadi orang nomor satu tersebut untuk keperluan seminar.***(adi/okz)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

