• Home
  • Hukrim
  • Dugaan Korupsi Bimtek CKTR Kuansing Gunakan PPTK Palsu

Dugaan Korupsi Bimtek CKTR Kuansing Gunakan PPTK Palsu

Rabu, 19 November 2014 15:40 WIB
KUANSING : Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan terus mengembangkan dugaan korupsi di Dinas CKTR Kuansing. 

Kasus yang kini tengah diusut pihak kejaksaan itu terkait pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sumber Daya Manusia (SDM) tahun 2013 lalu.

Menurut keterangan Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan melalui Kasipidsus Indra Sanjaya, Rabu(19/11/14) menjelaskan, modus yang dipakai oleh pelaksana kegiatan itu beragam.

"Kegiatan itukan harus melibatkan pihak ketiga (rekanan-red), nah, pihak ketiga ini ada, tapi yang punya perusahaan tidak mengetahui sama sekali," jelas Indra.

Misalnya kata Indra, Dinas CKTR menunjuk perusahaan "A", sebagai pelaksana, tapi perusahaan itu tidak pernah membuat satu dokumen pun terkait pelaksanaan ini, dan lagi yang direktur perusahaan yang menandatangi dokumen itu, bukan lah tandatangan direktur perusahaan yang sebenarnya.

"Ya, pelaksana itu sendiri yang buat-buat," ujarnya.

Modus lain, kata Indra, Ridwan Rosyadi yang tercantum sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) saat itu, ternyata bukanlah PPTK yang sebenarnya alias palsu.

Saat ditanya apakah Kadis CKTR Kuansing Fachrudin ikut terlibat, Indra belum bisa memastikan. Namun hingga saat pemeriksaan beberapa orang saksi belum ini, sepertinya Kadis CKTR belum bisa dipastikan terlibat.

"Kan Kadisnya hanya menerima laporan saja, sementara yang mengajukan kegiatan itu Ridwan Rosyadi," paparnya.

Sekedar diketahui, Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan, sudah meningkatkan status penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi Dinas CKTR Kuansing ke tahap penyidikan.

Kata Indra, pelaksanaan proyek Bimtek 2013 itu, kejaksaan menduga telah terjadi penyimpangan dan terindikasi merugikan negara sebesar Rp 140 juta.

(dri/dri) 
Tags Hukrim
Komentar