• Home
  • Hukrim
  • Empat Bulan Menghilang, Seorang Warga Pelalawan Diduga Dibunuh

Laporan tak Ditindaklanjuti Polisi

Empat Bulan Menghilang, Seorang Warga Pelalawan Diduga Dibunuh

Senin, 29 Desember 2014 14:17 WIB
Hengki (26), sudah empat bulan menghilang. Walau sudah melapor ke dua polsek berbeda, namun hingga saat ini tidak ada kabar berita. Ibu Hengki menduga anaknya telah dibunuh OTK. (foto: riauterkini.com)
PELALAWAN : Sudah empat bulan lamanya warga Simpang Kualo Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan bernama Hengki (26) menghilang dari rumah. 

Diduga kuat korban menghilang akibat tindakan perampokan di sertai pembunuhan. Hal tersebut menyusul ditemukan satu kawan akrab korban, atas nama Rinton Candra alias Tompel ditemukan tewas mengenaskan pada 6 September 2014.

Demikian diungkapkan, orang tua korban Muntia (50) kepada awak media di Media Center Kantor Bupati Pelalawan, Senin (29/12/14). 

Menurut orang tua korban, awalnya putranya, berangkat ke Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar pada tanggal 6 September sore untuk mengantarkan tiga orang dengan menggunakan mobil Avanza warna abu-abu metalik, BM 1451 CK yang dipinjamkan dari keluarganya.

Sebelum meninggalkan rumah, korban sempat menelepon orang tuanya, bahwa dirinya sudah dalam perjalanan menuju tujuan. "Ibu, saya ini sudah dalam perjalan mengantarkan sewa. Ini sudah di ponton Langgam," jelas Mutia mengulangi penuturan putra dia.

Keesokan harinya, kata Mutia diketahui Rinto Candra alias Tompel ditemukan tewas mengenaskan di pinggir jalan. Sementara itu Hengki belum diketahui kabarnya hingga sekarang ini.

Awal mula peristiwa ini, sebut Mutia, pada tanggal 5 September ada tiga orang mendatangi Hengki meminta diantarkan ke Gunung Sari.

"Saya ingat, ada tiga orang sehari sebelum kepergian Hengki, datang ke rumah. Salah seorang di antaranya saya ingat wajah dan namanya Jaya," papar Mutia.

Bahkan sejak peristiwa itu, sebut Mutia, dia sering mendapatkan SMS dari seseorang yang mengaku menyandera anaknya. "Sejak peristiwa kehilangan Hengki, saya mendapatkan SMS, seolah-olah SMS itu Hengki masih hidup dan disandera," ujar Mutia.

Sejak peristiwa ini, tambah Mutia, sudah membuat laporan polisi. Bahkan dia membuat laporan di dua Polsek berbeda. Pertama di Polsek Kampar Kiri dan Polres Kabupaten Pelalawan. Namun sayang, laporan tersebut tidak ditindak lanjut oleh pihak kepolisian.

"Saya ini orang miskin, tak punya apa-apa. Ketika saya membuat laporan ke polisi, tidak respon pak polisi," tandasnya.

Kini dia berharap, agar putranya diketahui keberadaannya hidup atau mati. "Yang pasti, saat ini bisa ditemukan anak saya ditemukan kabarnya. Apakah dia terlibat atau tidaknya, namun ditemukan dulu," tandasnya.

(feb/feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar