• Home
  • Hukrim
  • GERIM-Riau Tuding 60 Gerai Indomaret dan Alfmart Ilegal

GERIM-Riau Tuding 60 Gerai Indomaret dan Alfmart Ilegal

Kamis, 05 Desember 2013 15:22 WIB

PEKANBARU - Gerakan Intelektual Muda Riau (GERIM-Riau) menilai bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru tidak serius menertibkan begitu banyaknya bermunculan swalayan Indomaret dan Alfamart yang tidak memiliki izin.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan GERIM-Riau, ternyata saat ini Indomaret telah membuka 98 gerai ritel di wilayah Pekanbaru, padahal izin yang dikantongi baru 47. Sementara Alfamart sudah membuka 50 gerai, sedangkan izin yang dikeluarkan Pemko baru 13.

"Kami melihat langkah penutupan yang dilakukan Pemko Pekanbaru belum serius, karena faktanya masih sangat banyak gerai ilegal yang dibiarkan tetap beroperasi," papar Ketua Umum GERIM-Riau, Tengku Muhammad Habibie S.Sos, kepada riauterkinicom, Rabu (4/12/2013) di Pekanbaru didampingi sejumlah pengurus, seperti Zulhadianur, Fachri Arvan Nasution dan Muhammad Fajri.

Menurutnya, pihak GERIM-Riau sudah mempertanyakan langsung kepada Disperindag Kota Pekanbaru serta telah mendapatkan pula data-data soal perizinan swalayan Indomaret dan Alfamart.

Karena itu, GERIM_Riau mencurigai adanya kongkalingkong di tubuh aparatur Pemko Pekanbaaru, sehingga praktek ritel ilegal tersebut bisa terus dilakukan.

"Pemko tidak semestinya mentolelir kegiatan usaha ilegal seperti yang dilakukan Indomaret dan Alfamart. Terlebih keberadaannya menjadi ancaman serius pedagang tradisional," saran Tengku yang merupakan alumni Alumni Universitas Islam Riau (UIR).

Lebih mengerahkan lagi, lanjut Tengku, sejumlah gerai Indomaret dan Alfamart yang beberapa waktu lalu ditutup Satpol PP Pekanbaru, kini sudah kembali beroperasi, meskipun surat izin yang diminta belum juga dilengkapi.

Lebih lanjut Tengku mengeluhkan buruknya transparansi aparatur Pemko Pekanbaru di Badan Pelayanan Terpadu (BPT). GERIM-Riau sudah berulang kali mencoba minta penjelasan, namun tidak pernah diterima.

"Kami sudah berulang kali mendatangi BPT untuk minta penjelasan, tetapi selalu dibola-bola dan akhirnya tak ada pejabat yang bisa memberi penjelasan," kritiknya. ***(mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar