• Home
  • Hukrim
  • Gadis Asal Kampar Dipaksa Jadi Lonte oleh Oknum Polisi di Rokan Hulu

Gadis Asal Kampar Dipaksa Jadi Lonte oleh Oknum Polisi di Rokan Hulu

Hadi Pramono Kamis, 26 Oktober 2017 19:41 WIB
ROKAN HULU - DW (22), warga Kabupaten Kampar mengaku dipaksa menjadi Pekerja Seks Komersil oleh seorang anggota polisi inisial Brigadir ML. Dia melaporkan polisi itu ke Polres Rokan Hulu, tempat Brigadir ML bertugas.

Gadis muda itu mengaku selalu dipaksa dan diancam akan dibunuh oleh polisi itu bersama pemilik kafe di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu. DW sehari-hari tinggal di cafe ARM itu, dan hampir setiap hari dipaksa menjual dirinya.

DW juga sering diancam Brigadir ML dengan senjata api laras panjang, jika berani melarikan diri. Bahkan keluarganya juga akan dihabisi jika dia tidak patuh. Meski dalam ancaman, DW akhirnya berani melaporkan ML ke Polres Rokan Hulu.

"Laporan korban sudah kita terima, dan saat itu sudah memberikan keterangannya, terlapor anggota polisi," ujar Kapolres Rokan Hulu, AKBP Yusup Rahmanto, dikutip dari merdeka.com Kamis (26/10).

Sebagai tindak lanjut, Yusup memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Apalagi yang dilaporkan adalah anggota polisi.

"Kasus ini masih dilakukan pendalaman, dari laporan korban itu nantinya akan ditindaklanjuti untuk memeriksa anggota polisi yang dilaporkan itu," kata Yusup.

Pengakuan DW, dirinya sudah hampir satu tahun dipaksa melayani tamu di kafe remang-remang tersebut.

Awalnya, dia diiming-imingi menjadi pelayan rumah makan oleh Brigadir ML. Namun, yang terjadi sebenarnya, DW malah diserahkan ke seorang pria yang tidak dikenalnya, dan dan dibawa ke kafe ARM.

Selama di situ, wanita malang tersebut dipaksa melayani nafsu pria hidung belang. Jika dirinya menolak melayani tamu, dia disiksa majikannya.

"Kalau melayani tamu yang benar, jika tidak, tahu kan akibatnya. Nanti saya pukul," ujar AKBP Yusup menirukan ucapan Brigadir ML, dalam laporan korban.

Suatu hari, DW berhasil kabur dari kafe itu, kemudian dijemput keluarganya di tempat yang telah dijanjikan. Namun, masih ada sejumlah wanita muda yang berada di cafe tersebut, bernasib sama dengan DW.

"Korban sudah beberapa kali kabur dari kafe itu dan pulang ke rumahnya, tapi diancam terus oleh orang yang mengaku anggota polisi itu, dan kembali lagi ke cafe. Tapi a‎khirnya korban pulang ke rumah dan melapor ke kami," jelas Yusup. 

(mdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags AsusilaPolisi NakalPolres Rohul
Komentar