• Home
  • Hukrim
  • Gas LPG Meledak, Pemilik dan Pekerja Toko SCN Dumai Terkapar

Gas LPG Meledak, Pemilik dan Pekerja Toko SCN Dumai Terkapar

Minggu, 30 Agustus 2015 21:08 WIB
Sejumlah masyarakat melihat kondisi bangunan toko yang berantakan pasca musibah ledakan dan menimbulkan dua korban luka yaitu pemilik Toko SCN bernama Anton dan satu pekerja di Jalan Syeh Umar, Kelurahan Pangkalan Sesai, Dumai Barat.
DUMAI - Masyarakat yang berada di Jalan Syeh Umar, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, mendadak geger setelah mendengar ledakan cukup keras dari Toko Bangunan SCN. Rupanya bunyi ledakan itu berasal tabung gas elpiji 12 kilogram dan melukai dua korban.

Informasi yang berhasil dirangkum riauheadline.com, Ahad (30/8/15), dilokasi ledakan bahwa korbannya adalah Anton (41), pemilik Toko SCN dan satunya lagi adalah pekerja yang tidak diketahui namanya. Kedua korban mengalami luka parah dan langsung dibawa ke RSUD Kota Dumai.

Pada saat kejadian ledakan berlangsung, Anto ditemukan warga sudah terkapar disamping tempat usahanya dengan berlumuran darah segara dari bagian matanya. Parahnya, kulit korban terkelupas dan melepuh akibat terbakar dari ledakan gas elpiji 12 kilogram tersebut.

Melihat kondisi korban cukup memprihatinkan, warga yang berada di lokasi langsung menghubung ambulance guna dilarikan ke ruang Emergency Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit milik Pemerintah Kota Dumai. Sedangkan kondisi korban lainnya juga mengalami sama.

Sedangkan kondisi tempat usahanya mengalami berantakan. Bahkan dinding bangunan toko tersebut runtuh akibat ledakan cukup keras yang dihasilkan dari gas elpiji ukuran 12 kilogram tersebut. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan sudah dimanakan pihak Polres Dumai.

Sejumlah warga yang berhasil dikonfirmasi riauheadline.com, mengatakan kalau kejadian itu secara tiba-tiba. "Kami mendengar ledakan cukup keras dan saya lihat rupanya dari Toko SCN. Setelah kami datang bersama warga lainnya, pemilik toko dan pekerjanya sudah terkapar berlumuran darah," jelas Ana, seorang warga.

Dijelaskan Ana, kondisi korban yang paling parah itu adalah Anton, pemilik Toko SCN. Sebab, saat ditemukan usai kejadian, mata bagian kanan korban hampir keluar dan mengeluarkan darah segar. "Kami saja takut melihat kondisi korban. Pokoknya mengerikan lah. Matanya hampir keluar," ujarnya.

Sementara dalam insiden ini, pihak Polres Dumai maupun Polsek Dumai Barat belum memberikan keterangan resmi soal insiden naas tersebut. Dugaan sementara menurut anggota kepolisian yang mengamankan lokasi kejadian adalah ledakan tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram tersebut.

Begitu juga dengan kondisi kedua korban ledakan yang saat ini mendapatkan perawatan di RSUD Kota Dumai, belum diketahui. Bahkan keluarga korban tidak mau memberikan keterangan terkait insiden tersebut kepada sejumlah awak media yang berada di rumah sakit milik Pemko Dumai tersebut.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar