Gelar Razia, PLN Riau Temukan Kerugian Rp 7 Miliar Akibat Pelanggan Nakal
Rabu, 11 Desember 2013 16:27 WIB
PEKANBARU - Di penghujung tahun ini, P2TL PLN Cabang Pekanbaru menggelar operasi tertib dengan menurunkan 14 tim. Setiap tim beranggotakan 5 orang yang salah satunya adalah dari pihak kepolisian.
Operasi tertib P2TL PLN Kota Pekanbaru dimaksudkan untuk menertibkan para pelanggan nakal yang melakukan berbagai kecurangan-kecurangan seperti me-lost-kan listrik dan mengotak-atik peralatan (meteran) milik PLN.
"Kita melakukan penertiban mulai November lalu. Pada Desember ini, kita aklan lebih intensif lagi dalam melakukan razia operasi penertiban pelanggan nakal," terang Manager Cabang PLN Pekanbaru, Agustian Rabu (11/12/13).
Menurutnya, dalam razia pada operasi tertib P2TL PLN Pekanbaru pada November-Desember ini, berhasil ditemukan kasuspelanggaran dan pencurian listrik sebanyak 4,6 juta KWH. Jika dirupiahkan mencapai angka Rp 7 miliar.
Disinggung mengenai adanya oknum internal PLN maupun oknum biro instalasi yang bermain, Agustian mengatakan bahwa PLN akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pelanggaran kelistrikan. Baik itu pencurian listrik atau mengotak-atik peralatan PLN dengan tujuan keuntungan pribadi.
"Kita akan memberikan sanksi tegas jika ada pegawai PLN atau biro instalasi yang nakal. Karena itu masuk dalam kategori indisipliner pegawai. Jika pegawai PLN akan langsung di berhentikan. Kalau perusahaan biro akan dikenakan pemutusan hubungan kerja. Untuk konsumen akan dilakukan denda dan pidana," terang Agustian.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

