• Home
  • Hukrim
  • Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Bengkalis dan Rupat

Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Bengkalis dan Rupat

Jumat, 29 Agustus 2014 15:23 WIB

BENGKALIS - Isu penculikan anak, sekarang sedang heboh ternyata mengakibatkan keresahan bagi sejumlah kalangan orang tua di Pulau Bengkalis dan Rupat. Warga sangat tidak nyaman semakin banyaknya isu-isu yang muncul dan meresahkan akibat maraknya penculikan anak.

“Bang, katanya di Bantan sudah ada anak yang diculik ya?, seperti di Desa M sana, kabarnya sudah ada yang diculik,” tanya Dewi (30), warga Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan tiba-tiba bertanya kepada wartawan ketika ditemui di kediamannya, Kamis (28/8/14) kemarin malam.

Sontak riauterkinicom mendengar pertanyaan itu langsung kaget. Adanya isu maraknya penculikan anak, ibu dari dua orang anak ini mengaku sangat khawatir dan resah. 

“Bagaimana tak risau bang, anak dua yang satu sekolah di SD dan satu lagi baru masuk TK, kadang pas bekerja kepikiran ke anak, aman atau tidak,” ucapnya.

Maraknya isu penculikan anak dan meresahkan warga ini, juga terjadi di Pulau Rupat. Seperti diungkapkan Anggota DPRD Bengkalis Daerah Pemilihan (Dapil) Rupat Abdul Kadir. Ia menerima informasi, kini warga setempat sedang was-was karena maraknya isu aksi penculikan anak.

“Ya warga di sana (Pulau Rupat, red) juga ada yang melaporkan ke Kami terkait isu penculikan anak itu, warga juga sudah merasa was-was dan takut. Penculik anak itu, warga menyebutnya dengan istilah ‘penyabit’,” ungkap Kadir, Jumat (29/8/14).

Aksi isu penculikan anak yang sudah meresahkan itu, Politisi PAN Bengkalis dan terpilih kembali sebagai Anggota DPRD Periode 2014-2019 ini meminta, agar Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa untuk mengaktifkan kembali pos-pos keamanan lingkungan (Poskamling) seluruh Rukun Tetangga (RT) masing-masing.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kecamatan, untuk menghimbau Pemerintah Desa, mengaktifkan secara maksimal keberadaan Poskamling. Setiap warga yang tidak dikenal wajib melapor dan harus dicari tahu. Siapa yang tidak resah dan khawatir, kalau anaknya jadi korban penculikan, karena daerah sudah tidak merasa aman,” katanya.***(dik)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar