• Home
  • Hukrim
  • KETUA KONI Bengkalis Pimpin AKSI di pemukiman warga

KETUA KONI Bengkalis Pimpin AKSI di pemukiman warga

Roni Pratama Senin, 19 April 2021 16:18 WIB
Darma Firdaus pimpin aksi di rumah warga
BENGKALIS - Sebuah sikap yang dipandang kurang bijak telah dilakoni KONI Kabupaten Bengkalis terkait rentetan aksi berbalas aksi dan dapat dibilang memalukan sekaligus menjadi bukti bahwa masih ada badan publik yang bergantung eksis dengan anggaran daerah APBD Kabupaten Bengkalis.

Namun anti koreksi dan kritik, jelas sikap itu akan mendatangkan penilaian negatif dari banyak pihak.

Bagaimana tidak, pada hari Senin 12 April 2021 lalu, sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan GEMPURA melakukan aksi demonstrasi mendatangi kantor Bupati dan kantor Kejaksaan Negeri Bengkalis, untuk menyampaikan aspirasi. Aksi itupun diterima baik oleh Pemerintah Daerah sendiri maupun juga pihak Kejaksaan Negeri demi Konstitusional.

Namun berbeda halnya dengan salah satu badan publik KONI Bengkalis, yang terkesan seperti merasa kebakaran jenggot akibat aksi tersebut, apalagi memang didalam aksi pemuda dan mahasiswa itu aspirasinya tertuang tuntutan-tuntutan terkait permasalahan yang tengah dialami KONI sendiri.

Bukan rahasia umum, belakangan ini KONI berserta Cabang Olahraga (Cabor) dibawahnya memang sedang menghadapi permasalahan hukum, terkait penggunaan dana hibah yang mereka terima. Ditambah lagi dengan pernyataan dari Kajari Bengkalis yang sebelumnya pernah mengatakan, adanya ditemukan kerugian Negara, yang hingga akhirnya memicu reaksi para simpul sosial anti korupsi memberikan reaksi fungsi kontrolnya.

Terlebihnya sangat disayangkan, dari pihak KONI sendiri yang tidak dapat memandang atas berbagai reaksi publik itu sebagai sebuah evaluasi dan introspeksi. Malah sebaliknya, KONI Bengkalis mengirim surat bernomor : 17/KONI-SEKR/IV/2021 tanggal 14 April 2021, ditandatangani oleh Darma Firdaus selaku ketua KONI dengan perihal silaturahmi dan aksi menunjukkan reaksi arogansi dengan menyurati Kapolres Bengkalis, Kepala Desa Pasiran dan juga orang tua (ortu) dari Kordinator Umum (Kordum) GEMPURA yang melakukan aksi waktu itu.

Dapat dikatakan hal yang aneh, hampir sebahagian besar publik tidak menaruh simpatik dengan aksi yang dilakukan KONI mendatangi kediaman pribadi orang tua dari Kordum GEMPURA pada Kamis sore hari (15/4/2021) yang lalu. 

Sopian salah seorang masyarakat Kecamatan Bantan, menilai perbuatan KONI Bengkalis sangat tidak pantas, apalagi yang mereka datangi itu rumah pribadi pemukiman penduduk jelas sangat mengganggu dan mengusik kenyamanan masyarakat banyak.

Dengan kejadian hari Kamis itu, Sopian berharap kasus hukum KONI yang sedang berproses agar secepatnya mendapatkan kejelasan dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bengkalis supaya semuanya menjadi terang.

"Dan lagi, kejelasan hukum dari pihak Kejari Bengkalis sangat penting, sambung Sopian, mengingat ada dugaan kegaduhan-kegaduhan yang terus muncul bermuara dari kasus hukum yang sedang ditangani penyidik Kejari dan kita tak ingin situasi semakin keruh," sebutnya.

Sementara, Kordum GEMPURA sendiri Odi Juhasniadi ditemui media ini dikediamannya mengatakan, secara tidak langsung mereka merasa di intimidasi dan teror karena sudah memasuki wilayah privasi kediamannya.

"Aksi itu dianggap berlebihan, mengganggu kenyamanan masyarakat juga, saat ini kami pun sedang coba konsultasi dengan pihak berkompeten atas aksi KONI saat itu. Apakah ada unsur pelanggaran hak dan Hukumnya," terang Odi mengakhiri.
Tags KONI RiauKONI BengkalisKorupsi
Komentar