Kadistako Dumai Usir Wartawan dari Ruang Kerjanya
Jumat, 27 Desember 2013 12:14 WIB
DUMAI - Kepala Dinas Tatakota, Kebersihan dan Pertamanan Kota Dumai Zulfa Indra mengusir kalangan wartawan saat melakukan liputan sidak Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersama Badan Kepegawaian dan Diklat, Jumat (27/12/13) pagi tadi.
Pemicu pengusiran itu lantaran beberapa awak media memberitakan soal dugaan penyunatan dana BBM yang dilakukan Kepala Distako Dumai Zulfa Indra. Tak terima diberitakan media, dia langsung secara tegas meminta wartawan keluar dari ruangnya.
"Kamu yang bikin berita BBM disunat tu," katanya dengan nada tegas. "Saya baca di internet, kapan pula saya menyunat anggaran BBM," katanya. "Ini ruangan saya, keluar," katanya lagi sambil berjalan keluar ruangnya dengan bicara ada kata-kata wartawannya.
Mendengar ocehan yang seolah-olah mengina dua wartawan TV langsung mengeluarkan alat perekamnya. Dari rekaman tersebut terlihat jelas arogansi Zulfa Indra kepada wartawan saat menjalankan tugas jurnalistiknya.
Mayonal, seorang wartawan Tribun Pekanbaru ketika dimintai keterangannya membenarnya bahwa terjadi pengusiran terhadap wartawan. Dikatakanya, pengusiran itu lantaran kepal dinasnya tidak terima dengan adanya pemberitaan dugaan penyunatan dana BBM.
"Benar bang, kawan-kawan di usir dari ruangnya. Zulfa Indra membentak dari meminta wartawan keluar dari ruangnya. Kami sangat menyayangkan sikap dan arogansi pejabat publik seperti ini. Kalau memang tidak senang, kan bisa memberikan hak jawab dan klarifikasi," ujarnya.
Ketua PWI Perwakilan Duma Syafrizal, ketika dikonfirmasi mengaku prihatin jika penjabat publik melakukan tindakan seperti itu. Menurutnya, kalau memang merasa keberatan atas pemberitaan bisa melakukan dengan cara bijak. Salah satunya menyampaikan larat dan klarifikasi.
"Pelecehan wartawan kerap sekali terjadi di Dumai. Mirisnya lagi, pejabat publik kurang memahami kinerja wartawan. Kalau memang mengerti tugas wartawan, pastinya kejadian pengusiran seperti ini tidak terjadi," sayangnya.***(die)
Pemicu pengusiran itu lantaran beberapa awak media memberitakan soal dugaan penyunatan dana BBM yang dilakukan Kepala Distako Dumai Zulfa Indra. Tak terima diberitakan media, dia langsung secara tegas meminta wartawan keluar dari ruangnya.
"Kamu yang bikin berita BBM disunat tu," katanya dengan nada tegas. "Saya baca di internet, kapan pula saya menyunat anggaran BBM," katanya. "Ini ruangan saya, keluar," katanya lagi sambil berjalan keluar ruangnya dengan bicara ada kata-kata wartawannya.
Mendengar ocehan yang seolah-olah mengina dua wartawan TV langsung mengeluarkan alat perekamnya. Dari rekaman tersebut terlihat jelas arogansi Zulfa Indra kepada wartawan saat menjalankan tugas jurnalistiknya.
Mayonal, seorang wartawan Tribun Pekanbaru ketika dimintai keterangannya membenarnya bahwa terjadi pengusiran terhadap wartawan. Dikatakanya, pengusiran itu lantaran kepal dinasnya tidak terima dengan adanya pemberitaan dugaan penyunatan dana BBM.
"Benar bang, kawan-kawan di usir dari ruangnya. Zulfa Indra membentak dari meminta wartawan keluar dari ruangnya. Kami sangat menyayangkan sikap dan arogansi pejabat publik seperti ini. Kalau memang tidak senang, kan bisa memberikan hak jawab dan klarifikasi," ujarnya.
Ketua PWI Perwakilan Duma Syafrizal, ketika dikonfirmasi mengaku prihatin jika penjabat publik melakukan tindakan seperti itu. Menurutnya, kalau memang merasa keberatan atas pemberitaan bisa melakukan dengan cara bijak. Salah satunya menyampaikan larat dan klarifikasi.
"Pelecehan wartawan kerap sekali terjadi di Dumai. Mirisnya lagi, pejabat publik kurang memahami kinerja wartawan. Kalau memang mengerti tugas wartawan, pastinya kejadian pengusiran seperti ini tidak terjadi," sayangnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

