• Home
  • Hukrim
  • Kapolda Riau Janji Tindak Tegas Oknum Polisi Brutal

Polisi Serang Mahasiswa Dalam Musholla

Kapolda Riau Janji Tindak Tegas Oknum Polisi Brutal

Jumat, 28 November 2014 16:39 WIB
PEKANBARU : Terkait pemukulan yang dilakukan oknum polisi di Musala RRI, banyak pendapat timbul dikaitkan dengan isu SARA. Namun, Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan meminta agar masyarakat tidak provokatif dan berpendapat tentang SARA. 

"Kita minta masyarakat tenang dan jangan provokatif. Nanti, yang repot kita juga. Ada juga anggota yang memukul itu muslim," imbaunya, Jumat (28/11/14) melalui wartawan. 

Polisi telah melakukan evaluasi agar kejadian seperti itu agar tidak terulang lagi. Dan anggota yang memukul tengah diproses. Ia juga mengatakan, semua saksi termasuk para perwira, akan diperiksa. 

"Yang terlibat akan kita tindak tegas. Kita juga telah melakukan rapat evaluasi. Namun, hasil evaluasi itu kan tidak langsung keluar dalam dua hari. Kita minta masyarakat atau korban bersabar," ungkapnya. 

Kapolda Riau juga mengakui kesalahan anggotanya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa dan pihak-pihak yang terkait atas perlakuan anggotanya itu. "Atas itu saya minta maaf. Saya kembali menghimbau agar jangan lagi terprokasi dengan isu," katanya. 

Ia juga menghimbau agar para demonstran yang kebanyakan dari kaum intelektual tetap tertib dalam melaksanakan kritiknya. "Mahasiswa atau demonstran itu kaum intelektual. Kedepannya mudah-mudahan bisa lebih tertib," pesan Kapolda. 

Delapan Polisi Diperiksa

Sementara itu, pihak Propam telah memeriksa delapan orang anggota Polresta Pekanbaru yang diduga melakukan pemukulan. Lima orang diperiksa di hari Kamis (27/11/14) dan tiga orang lainnya Jumat. 

Hal ini dibenarkan oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto Watratan. "Benar. Ada 8 orang. Anggota yang terlibat pemukulan akan ditindak tegas," tegas Kapolresta. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa menolak kedatangan Presiden Joko Widodo, Selasa (25/11/14). Ketika beraksi di Kantor RRI, mereka dibubarkan secara paksa oleh polisi. 

Dalam pembubaran paksa itu, polisi masuk ke Musollah, dimana polisi sedang melaksanakan solat. Namun, dinilai tak beretika masuk ke tempat ibadah. Polisi memukul mahasiswa, akibatnya sejumlah mahasiswa terluka.

(gem/gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar