Kebakaran Pertamina Dumai Bagian Kelemahan Sistem Keamanan Migas
Selasa, 18 Februari 2014 15:57 WIB
PEKANBARU - Pengamat perminyakan, Adi Novriansyah mengatakan, kebakaran di kawasan kilang minyak PT Pertamina Refenery Unit (RU) Dumai, Minggu (16/2), bagian kelemahan sistem keamanan perusahaan migas nasional peninggalan masa lalu.
"Sebagai perusahaan yang telah masuk era transformasi fundamental dan bisnis, seharusnya menjadikan peristiwa ini sebagai pengalaman untuk ke depan tidak kembali terulang," kata pengamat dari Universitas Islam Riau ini di Pekanbaru, Selasa.
Ia menjelaskan, Pertamina yang telah dipercaya untuk mengelola ladang-ladang minyak peninggalan Chevron dan lainnya harus dapat lebih baik dalam mengaplikasikan kepercayaan itu.
Terlebih, perusahaan berbadan usaha milik negara ini sudah mulai melirik sejumlah bisnis internasional.
"Sehingga memang membutuhkan tindakan yang lebih profesional dalam menjalankan amanat negara dan asing," katanya.
Jika diaplikasikan, demikian Adi, bahwa setiap industri atau perusahaan yang berada di sektor migas memang harus memenuhi standar keamanan yang sangat baik.
"Harus memang mampu menghindari insiden seperti yang terjadi kemarin. Kecuali jika kejadian itu memang merupakan diakibatkan hal yang tidak terduga atau humman error," katanya.
Mengenai standar keselamatan dan keamanan di sektor migas, menurut dia, adalah hal yang mutlak dan harus dijalankan dengan sabaik-baiknya.
"Karena industri ini bermain di modal yang cukup besar. Maka dibutuhkan standar keamanan yang luar biasa," ujarnya.
Menurut Adi, untuk Pertamina dalam aplikasi standar operasional industri perminyakan sudah sangat benar.
Hanya saja, menurut analisa pribadinya, kadang kala perusahaan nasional kerap mengabaikan yang namanya maintenance atau segala kegiatan yang bertujuan untuk menjaga peralatan dalam kondisi terbaik.
"Sering kali habis pakai tidak dilakukan penggantian dan malah mengedepankan efisiensi. Itu benar, namun jika sudah membahayakan investasi yang lebih besar nilainya, sebaiknya dihindari," katanya.
Pengamat perminyakan ini juga menganalisa bahwa insiden laka kerja yang dialami Pertamina di Kota Dumai itu adalah bagian dari masa lalu untuk menuju perusahaan yang lebih berbobot dan dipercaya oleh negara bahkan internasional.
Peristiwa ledakan dan kebakaran sebelumnya dikabarkan terjadi di areal kilang Pertamina RU II Kota Dumai, Minggu (16/2) malam.
Manager Umum Pertamina RU II Yan Syukharial dalam keterangan pers di Dumai mengatakan, bahwa kebakaran tadi malam terjadi pada Hydrocracker Unit (HCU) Unibon 211 ketika dilakukan menaikkan temperatur di Heater 1, dan api saat ini sudah berhasil dipadamkan.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

