Catut Nama Ketua PWI Riau
Kepala Kemenag Riau Ngaku Dapat Telephone Gelap Minta Uang
Senin, 05 Januari 2015 17:55 WIB
PEKANBARU : Kepala Kemenag Riau Tarmizi Tohor mengaku sering mendapatkan menerima pesan singkat (sms) dan telephone gelap dari seseorang yang tidak dikenalnya. Bunyi pesan tersebut tidak lain meminta sejumlah uang dalam modus tertentu.
Baru-baru ini pesan yang diterimanya seseorang yang mengaku Ketua PWI Riau Deni Kurnia. Seseorang yang sejak awal sudah dicurigainya itu diyakini adalah penipu itu yang sengaja memanfaatkan nama pihak tertentu untuk meraup keuntungan.
"Masa ada orang ngaku Ketua PWI H Deni Kurnia minta bantu untuk biaya persalinan, kan tak mungkin tu. Karena saya sudah curiga maka tak saya layani," kata Tarmizi, Senin (5/1/14).
Meski tidak percaya, Tarmizi mengaku sempat menghubungi yang bersangkutan sekedar konfirmasi saja. Benar saja, Deni yang asli ini tidak merasa mengirim pesan apalagi adanya persalinan istrinya itu. Kejadian yang sama juga sempat terjadi berulang-ulang sebelumnya.
Seseorang yang mengaku Ketua Komisi IX DPR RI meminta uang tiket pesawat dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker). Ada lagi yang mengatasnamakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau Zulpa Hendri.
Saat itu, seseorang tersebut juga meminta sejumlah uang untuk biaya perobatan orang tuanya yang sedang dirawat di RS Kota Padang. "Cobalah pikir ada pula Ketua Komisi DPR RI meminta uang tiket, ada-ada aja. Saya tak pernah melayaninya," ungkap Tarmizi lagi.
Apa yang dialami Kemenag Riau ini bukanlah yang pertama. Sejumlah pejabat sebelumnya juga mengaku pesan singkat atau telephon gelap dari seseorang dengan mencatut pejabat tertentu.
Sebut saja Kepala Bapemasbangdes Riau Daswanto, Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) hingga Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi.
Andi begitu dia biasa disapa, yang saat masih menjabat Wakil Gubernur Riau beberapa waktu lalu mendapatkan pesan singkat dari seorang wartawan nasional bertugas di Pekanbaru meminta sejumlah uang, untuk biaya pulang ke kampung halamanya di Medan karena ingin melihat orang tuanya yang sedang sakit.
Upaya itu gagal, karena memang Andi tidak pernah mengubrisnya, meski juga sempat mengecek kebenaran dari nama yang digunakan dalam pesan orang yang tersebut.
(mok/mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

