Korban Tertabrak Mobil Bank Riaukepri Perlu Operasi Lagi
Rabu, 10 Desember 2014 15:50 WIB
PEKANBARU : Lengan kanan Bagas, bocah berumur 8 tahun warga Jalan Natuna, Pekanbaru mengalami cacat pernamen. Hal itu terpaksa dideritanya paska ia ditabrak mobil ATM Berjalan Bank Riau Kepri, Juli 2011 lalu di Jalan Arjuna, Pekanbaru.
Kini, bocah malang itu harus menjalani operasi yang ketiga. Orang tua korban, Agus Hermawan kepada wartawan, Rabu (10/12/14), pihak Bank Riau Kepri Pekanbaru menolak bertanggungjawab atas musibah yang diterima oleh anaknya.
Supir, Titin hanya menanggung pengobatan seadanya saja. Akhirnya Agus, membawa putranya berobat pertama ke RS Eka Hospital Pekanbaru.
"Bagas sudah dua kali dioperasi. Yang kedua di RS Santa Maria. Selanjutnya akan dilakukan operasi ketiga. Saya sudah kehabisan uang Rp22 juta. Uang Rp10 juta saya pinjam dan belum lunas," ungkap Agus yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bengkel las ini.
Berkali-kali Agus ke Bank Riau Kepri meminta agar anaknya mendapat pengobatan yang baik, namun pihak bank tidak merespon. Meski ia suah menyurati Pemprov Riau. "Padahal Pemprov Riau juga sudah menyurati Bank Riau-Kepri," ungkapnya.
Kini, bocah yang duduk di bangku kelas I SDN 089 Kelurahan Labuhbaru Timur, Pekanbaru itu merasa minder dengan teman-temannya. "Tangan Bagas juga sering gatal-gatal," kata orang tua korban yang masih berharap pertanggung jawaban dari Bank kebanggaan Riau itu.
Bank Riau-Kepri Bantah Tidak Bertanggungjawab
Humas PT. Bank Riau-Kepri, Winofri membantah bahwa pihaknya menelantarkan korban dan enggan bertanggung jawab. Ia mengatakan harus ada prosedural yang disertakan pihak korban untuk membiayai pengobatan korban.
"Operasi pertama kita yang menanggung. Kalau operasi yang kedua, korban langsung operasi saja tanpa ada konfirmasi dari pihak kita (Bank Riau-Kepri-red). Kemudian, korban tidak menyertakan rincian dana yang dikeluarkan dari Rumah Sakit Santa Maria. Kalau rinciannya disertakan, maka akan kita tanggung," tepisnya, Rabu (10/12/14).
Pihak Bank Riau-Kepri juga akan menanggung pembiayan operasi yang ketiga, nanti. "Pihak kami sudah mendatangi rumah sakit, serta dokternya. Memang, Bagas harus menjalani operasi ketiga. Kita sudah tanya pihak rumah sakit terkait biayanya. Intinya kita bertanggungjawab dan membiayai pengobatan Bagas," kata Winofri.
(gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

