• Home
  • Hukrim
  • Lurah Selatpanjang Sebut Warganya Tumbal Mafia Narkotika

Eksekusi Mati Jilid III

Lurah Selatpanjang Sebut Warganya Tumbal Mafia Narkotika

Kamis, 28 Juli 2016 18:17 WIB
MERANTI - Lurah Selatpanjag Selatan, A Karim masih merasa tidak menyangka Pudjo Lestari, salah satu warganya ini masuk daftar eksekusi mati Jilid III.

Secara pribadi dia sangat yakin, bahwa warganya itu menjadi tumbal atau korban mafia peredaran narkotika lintas internasional (Malaysia-Batam). 

Pak Lurah ini juga mengaku sangat mengenal Pudjo Lestari, selain warga kelurahan, Pudjo juga merupakan tetangga sebelah rumah kediamannya. 

"Kalau dia itu bandar narkoba, dia tidak akan hidup miskin, selama ini dia hidup serba kekurangan, saya tahu betul kehidupan dia dan keluarganya itu," kata A Karim, Kamis (28/7/16). 

Menurut, A Karim, selain kehidupan bapak dua anak ini di bawah garis kemiskinan, Pudjo juga tidak memiliki tempat tinggal sendiri. "Rumah saja dia tak punya, selama ini dia numpang tu di rumah milik orang tuanya," beber A Karim. 

Setelah Pudjo Lestari di penjara, kata Karim, kehidupan istri dan kedua anaknya semakin memperihatinkan. Istri Pudjo Lestari inipun harus bekerja sebagai pengasuh anak dan mencuci pakaian. 

Ia harus memikul tanggung jawab sendiri untuk menafkahi hidup dan biaya sekolah kedua anaknya yang semakin beranjak besar. 

"Seharusnya sebelum divonis, pihak penegak hukum lihat dulu dan cari informasi ke bawah, dia itukan bukan bandar, dia tumbal mafia," tutur Karim. 

"Bukan saya membela atau membenarkan pekerjaan haram itu, yang perlu diberantas dan dihukum mati itu seharusnya mafia," ungkapnya lagi.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Narkoba
Komentar