Serbu Mahasiswa di Musholla RRI
MUI Anggap Anggota Polresta Pekanbaru Menistakan Agama Islam
Rabu, 26 November 2014 15:08 WIB
PEKANBARU : Anggota Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Muhammadun mengecam prilaku belasan personil polisi yang menyerbu mahasiswa di dalam Musholla Assyakirin RRI Cabang Pekanbaru, Selasa (25/11/14) sore kemarin. Tindakan tersebut dianggap menistakan Agama Islam.
"Sungguh sangat tidak bisa dibenarkan apa yang dilakukan personil Polresta Pekanbaru. Menyerbu mahasiswa yang sedang berada di dalam musholla. Tindakannya tersebut bisa dianggap menistakan Agama Islam dan menyakiti hati Umat Islam," kecam Muhammadun yang juga merupakan Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Riau tersebut kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (26/11/14).
Karena itu, Muhammadun mendesak agar tindakan yang bisa memicu kerawanan sosial disikapi serius oleh Polri. Harus dilakukan pengusutan dan kepada pihak yang terbukti bersalah ditindak sesuai ketentuan.
"Ini persoalan sangat serius. Polri harus menyikapinya dengan mengusut tuntas agar menjadi pelajaran. Ke depan, personil Polri harus bisa lebih bijak dalam melakukan tindakan di lapangan. Jangan sampai tindakannya justru berpotensi memicu kerawanan sosial," tegasnya.
Sebagai analogi Muhammadun mengungkapkan, bahwa dalam kondisi perang sekalipun, tepat ibadah haruh dihormati oleh siapapun. Terlebih dalam situasi damai. Hanya menangani mahasiswa yang sedang berdemo. Menyuarakan aspirasi.
"Mahasiswa kan juga anak bangsa. Kenapa harus diburu dan dipukuli sedemikian brutal. Polisi harus melakukan intropeksi diri kalau ingin dicintai rakyat," kritinya lagi.
Sebagai data tambahan, dalam demo menolak kenaikan harga BBM di RRI Pekanbaru kemarin sore. Puluhan mahasiswa terluka akibat tindakan represif polisi yang membubarkan paksa demo tersebut. Tindak brutal polisi juga dilakukan terhadap beberapa mahasiswa yang sedang dan usai sholat di Musholla Assyakirin RRI.
Dalam aksi brutalnya tersebut, polisi menerobos masuk ke dalam tempat suci tersebut lengkap dengan sepatu botnya. Tindakan aparat tak sekedar menyebabkan mahasiswa terluka, tapi juga menyebabkan lemari kecil tempat menyimpan sajadah dan Al Qur'an rusak. Isinya berserakan di lantai musholla, termasuk Al Qur'an.
(mad/mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

